Jayapura,Papuaterdepan.com – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa seluruh program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) harus berorientasi pada hasil dan memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan arahan dalam forum Breakfast Meeting bersama jajaran pimpinan Kemenag pusat dan daerah yang digelar secara daring pada Selasa,(2/6).
“Penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja dan penyerapan anggaran, tetapi harus memberikan dampak sosial serta spiritual yang mendalam bagi masyarakat,” kata Nasaruddin Umar.
Menag menjelaskan keberhasilan sebuah acara keagamaan, seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan digelar di Manokwari, Papua Barat, diukur dari dua aspek utama, yaitu tingkat kesemarakan sebagai sarana syiar dan tingkat penghayatan nilai-nilai agama.
Selain itu, Menag meminta seluruh jajaran Kemenag di daerah untuk mengoptimalkan pelayanan publik, termasuk memastikan hak pendidikan agama bagi peserta didik tetap terpenuhi di tengah keterbatasan jumlah tenaga pendidik. Ia mendorong daerah menghadirkan solusi kreatif dengan menggandeng tokoh agama dan rumah ibadah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag RI Jeane Marie Tulung melaporkan bahwa Pesparawi Nasional XIV dijadwalkan berlangsung di Manokwari pada 18–28 Juni 2026.
“Kegiatan bertema ‘Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu’ ini akan diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi dengan total peserta mencapai 5.434 orang,” kata Jeane.
Sementara itu, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Suparman Sirait turut memaparkan sejumlah program strategis, termasuk persiapan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC) pada 20–26 Juli 2026 yang akan dihadiri sekitar 200 uskup se-Asia.
Merespons arahan tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua Klemens Taran yang mengikuti pertemuan secara luring dari Jayapura menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh kesuksesan agenda keagamaan nasional di Tanah Papua.
Menurut Klemens, pelaksanaan Pesparawi Nasional di Papua Barat menjadi momentum penting yang tidak hanya memperkuat penghayatan iman dan persaudaraan lintas daerah, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal melalui pelibatan pelaku UMKM.
Forum koordinasi Breakfast Meeting daring tersebut diikuti secara luring oleh Kakanwil Kemenag Papua bersama para pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Papua.(Rilis)









