Jayapura,Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran menegaskan pentingnya membangun pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat saat melantik Lina Patandianan sebagai Kepala Seksi Urusan Agama Kristen (Kasi Urak) Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Kamis (30/7/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Sasana Krida Bhakti Kanwil Kemenag Papua itu menjadi momentum penguatan kepemimpinan dan akselerasi pelayanan keagamaan di Kota Jayapura yang terus berkembang sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan aktivitas sosial keagamaan di Papua.
Dalam arahannya, Klemens menekankan bahwa pejabat yang baru dilantik tidak hanya bertanggung jawab menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi penggerak pelayanan, pembina umat, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, tantangan pelayanan keagamaan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan pemimpin yang mampu bekerja secara kolaboratif, terbuka terhadap masukan, dan cepat merespons kebutuhan masyarakat.
“Jabatan adalah amanah untuk melayani. Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya administrasi yang baik, tetapi juga kehadiran pemerintah yang mampu mendengar, merangkul, dan memberikan solusi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Seksi Urusan Agama Kristen memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan berbagai program pembinaan umat, koordinasi dengan gereja, tokoh agama, organisasi keagamaan, hingga pelayanan masyarakat di tingkat akar rumput.
Karena itu, pejabat yang dipercaya memimpin unit tersebut harus mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan institusi.
Klemens juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemimpin, tetapi juga oleh kekompakan seluruh tim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Ia meminta agar seluruh pegawai diberdayakan sesuai kompetensi masing-masing tanpa membedakan latar belakang, usia, maupun status kepegawaian.
“Setiap pegawai memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Tugas pemimpin adalah menyatukan kekuatan itu menjadi energi positif untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.
Selain penguatan sumber daya manusia, Kakanwil menyoroti pentingnya membangun sistem pelayanan yang sederhana, cepat, dan transparan.
Ia menilai masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang mudah diakses, memiliki kepastian proses, serta didukung tata kelola administrasi yang tertib dan akuntabel.
Untuk itu, seluruh layanan administrasi diharapkan berjalan melalui mekanisme resmi yang terintegrasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sehingga setiap proses dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
Menurut Klemens, transparansi pelayanan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah.
“Pelayanan yang baik bukan hanya cepat, tetapi juga jelas prosedurnya, terbuka, dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra dan kehormatan institusi Kementerian Agama sebagai rumah besar yang menaungi seluruh umat beragama di Indonesia.
Karena itu, setiap ASN diminta menjaga etika, disiplin, serta nilai-nilai budaya kerja Kementerian Agama dalam setiap pelaksanaan tugas.
Klemens berharap Lina Patandianan dapat menghadirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat koordinasi internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat Kristen di Kota Jayapura.
Ia juga meminta agar program kerja yang telah direncanakan pada Semester II Tahun Anggaran 2026 segera dijalankan secara optimal melalui koordinasi yang baik dengan Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura maupun Kanwil Kemenag Papua.
“Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak, ciptakan suasana kerja yang harmonis, dan jadikan jabatan ini sebagai ruang pengabdian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Kanwil Kemenag Papua dan menjadi bagian dari upaya penguatan birokrasi yang profesional, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan keagamaan di Tanah Papua.









