JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Pekerjaan bagi aparatur negara tidak semestinya hanya dipandang sebagai rutinitas untuk menyelesaikan kewajiban kedinasan. Bagi ASN dan PPNPN Kristen di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, pekerjaan juga didorong menjadi bagian dari pengabdian yang dijalankan dengan ketulusan dan integritas.
Pesan tersebut mengemuka dalam ibadah rutin awal pekan yang digelar Persekutuan Oikumene Getsemani Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura di Aula Kantor Kemenag Kota Jayapura, Senin (3/8/2026).
Ibadah yang diikuti ASN dan PPNPN beragama Kristen tersebut mengangkat tema **“Etos Kerja Orang Percaya kepada Tuhan”**, dengan dasar firman dari Kolose 3:22–24.
Firman Tuhan disampaikan Sofitji Pelmelay, S.Pd.K., sementara jalannya ibadah dipandu Dominggus Faot, S.Th., selaku liturgos. Seksi Urusan Agama Kristen (URAK) turut mengisi rangkaian ibadah melalui persembahan pujian.
Dalam penyampaiannya, Sofitji menekankan bahwa kualitas seseorang dalam bekerja tidak semestinya ditentukan oleh ada atau tidaknya penghargaan dari atasan maupun manusia.
Menurut dia, orang percaya dipanggil untuk menjalankan pekerjaan dengan motivasi yang benar, penuh tanggung jawab dan ketulusan karena pekerjaan dapat menjadi bagian dari pelayanan kepada Tuhan.
“Bekerjalah dengan tulus hati, bukan untuk mencari perhatian atau menyenangkan manusia. Ketika kita bekerja dengan motivasi yang benar, pekerjaan kita akan menjadi sarana memuliakan nama Tuhan,” pesannya.
Ia kemudian mengingatkan tiga prinsip yang dapat menjadi dasar dalam membangun etos kerja orang percaya.
Pertama, bekerja dengan tulus sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan. Kedua, menjalankan setiap pekerjaan dengan segenap hati dan penuh tanggung jawab tanpa menjadikan pujian manusia sebagai tujuan. Ketiga, tetap setia dalam pekerjaan tanpa menjadikan imbalan materi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan tugas ASN dan PPNPN yang setiap hari berhadapan dengan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Dalam konteks aparatur Kementerian Agama, nilai kejujuran, ketulusan dan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjalankan pelayanan publik. Karena itu, pembinaan rohani di lingkungan kerja diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi dapat tercermin melalui perilaku dan kinerja pegawai.
Sofitji juga mengingatkan agar pekerjaan tidak semata-mata dilakukan untuk mendapatkan pengakuan. Setiap tugas, sekecil apa pun, perlu dikerjakan secara sungguh-sungguh karena memiliki nilai pengabdian.
“Tujuan utama kita bekerja adalah memuliakan nama Tuhan. Ketika Kristus dimuliakan melalui pekerjaan kita, maka Tuhan sendiri yang akan memberkati kehidupan, keluarga, dan masa depan kita,” ungkapnya.
Ibadah rutin tersebut menjadi bagian dari pembinaan kehidupan rohani pegawai sekaligus ruang untuk memperkuat kebersamaan antar-ASN dan PPNPN Kristen di lingkungan Kemenag Kota Jayapura.
Persekutuan Oikumene Getsemani berharap penguatan iman yang dilakukan secara rutin dapat memberi dampak pada kehidupan kerja para pegawai, terutama dalam membangun kejujuran, disiplin, tanggung jawab dan semangat melayani.
Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh dalam pembinaan rohani diharapkan dapat dibawa ke ruang kerja dan diwujudkan melalui pelayanan yang profesional serta berintegritas kepada masyarakat.









