Jayapura,Papuaterdepan.com – Upaya membangun generasi muda Papua yang disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi di lingkungan sekolah. Salah satunya diwujudkan oleh Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 810/Bemare melalui program Arteri (*Army Go To School Berseri*) di SDN Inpres Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, prajurit Yonif TP 810/Bemare hadir langsung di lingkungan sekolah untuk memberikan pembelajaran mengenai Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Kedua materi itu diberikan sebagai sarana pembentukan karakter sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa sejak usia dini.
Program Arteri menjadi salah satu bentuk keterlibatan TNI dalam mendukung pendidikan di wilayah Papua. Melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif, para prajurit tidak hanya memberikan pengetahuan dasar tentang kedisiplinan, tetapi juga mengajak siswa memahami pentingnya kebersamaan, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Pelatihan diawali dengan pengenalan gerakan dasar PBB. Para siswa mendapatkan arahan dari prajurit mengenai tata cara berdiri, sikap sempurna, serta gerakan baris-berbaris yang membutuhkan ketelitian dan konsentrasi.
Dalam proses latihan, siswa diajak mengikuti instruksi secara teratur dan melakukan gerakan secara serempak. Latihan tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar mendengarkan arahan, menjaga ketertiban, serta menghargai kerja sama dengan teman-teman mereka.
Kedisiplinan yang diperkenalkan melalui PBB diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik ketika mengikuti pelajaran, menaati tata tertib sekolah, maupun menjalankan tanggung jawab di rumah. Melalui pembiasaan sederhana, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya sikap tertib dan konsisten dalam mencapai tujuan.
Suasana latihan berlangsung penuh semangat. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan oleh prajurit. Keceriaan anak-anak turut mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di lapangan sekolah.
Selain pelatihan PBB, para prajurit juga menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan dengan Pancasila sebagai dasar negara, Bendera Merah Putih sebagai lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pengenalan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman siswa mengenai identitas bangsa dan nilai-nilai yang mempersatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan latar belakang.
Para siswa juga diajak memahami bahwa mencintai Tanah Air dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menghormati guru dan orang tua, menyayangi sesama teman, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta menghargai perbedaan.
Nilai persatuan menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut. Melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan usia siswa, wawasan kebangsaan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga tumbuh sebagai sikap yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Komandan Yonif TP 810/Bemare, Letkol Inf Iskandar, S.E., M.Tr.Mil., menegaskan bahwa pembentukan karakter dan penanaman nilai kebangsaan perlu dilakukan sejak anak-anak berada pada usia sekolah dasar.
“Melalui PBB kita tanamkan disiplin, melalui Wasbang kita tanamkan cinta tanah air. Anak-anak Doyo Lama adalah generasi penerus yang harus kita jaga dan kita didik dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, anak-anak merupakan bagian penting dari masa depan bangsa sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter. Kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara menjadi nilai yang perlu diperkenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Ia berharap kehadiran prajurit di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi para siswa. Dengan demikian, interaksi tersebut tidak hanya memperkenalkan tugas TNI, tetapi juga mendukung upaya membangun karakter generasi muda di wilayah penugasan.
Pelaksanaan program Arteri di SDN Inpres Doyo Lama juga mencerminkan pendekatan pembinaan teritorial yang dilakukan Yonif TP 810/Bemare melalui kegiatan sosial dan edukasi. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membangun hubungan positif antara prajurit dan masyarakat sekaligus mendukung perkembangan anak-anak.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami arti kedisiplinan, kekompakan, dan pentingnya menjaga persatuan. Mereka juga diharapkan memiliki motivasi untuk belajar lebih giat, menghormati sesama, serta tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Ke depan, kegiatan edukatif seperti program Arteri diharapkan dapat terus mendukung pembentukan karakter anak-anak Papua melalui pengenalan nilai-nilai kebangsaan yang dilakukan secara konsisten dan menyenangkan.
Yonif TP 810/Bemare menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembinaan generasi muda melalui semangat Disiplin, Cerdas, Cinta Tanah Air, sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi persatuan bangsa.(Rilis)









