Supiori,Papuaterdepan.com– Pelayanan Kementerian Agama Kabupaten Supiori tidak hanya berlangsung di lingkungan perkantoran dan rumah ibadah. Kebutuhan spiritual masyarakat juga menjadi perhatian melalui kunjungan rohani kepada pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Supiori.
Kegiatan yang berlangsung Senin (14/9/2026) tersebut diisi dengan doa dan pendampingan bagi pasien. Pelayanan diberikan oleh Leonard Imbir, Ona F. Farwas, dan Dedri A. Kbarek.
Para pelayan rohani memberikan dukungan kepada pasien melalui doa serta penguatan iman. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus membantu pasien menghadapi masa perawatan dengan tetap memiliki semangat dan harapan.
Leonard Imbir mengatakan kondisi sakit tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi dalam situasi tertentu pasien juga membutuhkan dukungan secara moril dan spiritual.
Menurutnya, kehadiran pelayan rohani di rumah sakit menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan Kementerian Agama yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
“Kehadiran pelayanan rohani di rumah sakit merupakan wujud pelayanan Kementerian Agama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memberikan penguatan moril dan spiritual bagi pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan institusi kepada masyarakat. Dengan hadir secara langsung, Kemenag dapat memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi membutuhkan dukungan.
Pendampingan dilakukan dengan tetap memperhatikan keberagaman keyakinan pasien. Sikap menghormati perbedaan dan membangun suasana yang penuh kepedulian menjadi bagian dari pelaksanaan pelayanan rohani tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penerapan semangat moderasi beragama dalam pelayanan publik. Nilai toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan masing-masing menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kemenag Kabupaten Supiori berkomitmen untuk terus mengembangkan pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat. Pelayanan diharapkan tidak berhenti pada urusan administrasi keagamaan, tetapi juga hadir dalam situasi kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Melalui kunjungan tersebut, Kemenag Supiori berharap dukungan spiritual yang diberikan dapat menjadi penguat bagi pasien dan keluarga selama menjalani proses perawatan.(Rilis)









