Papuaterdepancom, Jayapura – Kepala Suku Manirem sekaligus Ondoafi Kampung Keder, Billy Kreeuw, mengajak generasi muda di Kabupaten Sarmi, Papua, menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan, menjaga toleransi, dan melestarikan adat serta budaya Papua.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua di Kampung Keder, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi. Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00-16.00 WIT itu digelar untuk menyongsong Hari Sumpah Pemuda dengan tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”.
Billy mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda perlu menjadi pengingat bagi generasi muda tentang peran mereka dalam menjaga keharmonisan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi daerah.
“Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, kita harus menyadari bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan menjadi penerus yang membawa perubahan positif bagi daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Papuaterdepan.com, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia mengajak pemuda dan pemudi di Sarmi menghormati perbedaan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua. Menurut Billy, upaya tersebut perlu berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya sebagai warisan leluhur.
“Adat dan budaya Papua merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga, lestarikan, dan hormati. Oleh karena itu, para pemuda hendaknya tidak melupakan jati diri sebagai orang Papua yang memiliki nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, saling menghargai, dan menghormati para orang tua serta tokoh adat,” katanya.
Billy menilai, pemahaman terhadap nilai-nilai adat penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan suku, agama, bahasa, maupun pandangan tidak menjadi alasan bagi generasi muda untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, perbedaan perlu disikapi dengan toleransi dan semangat persaudaraan.
“Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan yang kokoh. Pemuda harus mampu menjadi teladan dalam menjaga sikap toleransi, menghindari perselisihan, serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui dialog dan musyawarah dengan mengedepankan nilai-nilai adat dan rasa kekeluargaan,” ujarnya.
Selain menjaga kerukunan, Billy berharap generasi muda Sarmi mempererat hubungan antarkampung, antarsuku, dan antargenerasi. Ia juga mendorong pemuda terlibat dalam berbagai kegiatan positif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan di Tanah Papua.
“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan saling mendukung, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemajuan pembangunan di Tanah Papua,” tuturnya.
Billy mengajak generasi muda menjadi pelopor perdamaian dengan menjunjung tinggi toleransi dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berbudaya, menjunjung tinggi toleransi, dan mampu menjadi pelopor perdamaian bagi masa depan Kabupaten Sarmi dan Tanah Papua,” pungkasnya.









