Paslon Diyon bantah Isu Perampasan Suara Tiga Distrik di Nduga Dianggap Pembohongan Publik

- Redaksi

Senin, 2 Desember 2024 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nduga, Papua Pegunungan, Dinar Kelnea, S.Sos-Yoas Beon, S.IP (DIYO) /istimewa

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nduga, Papua Pegunungan, Dinar Kelnea, S.Sos-Yoas Beon, S.IP (DIYO) /istimewa

Papua Terdepan, Jayapura – Tim pasangan calon Bupati Nduga, Papua Pegunungan nomor urut 02, Dinar Kelnea-Yoas Beon atau DIYO menyatakan tidak benar ada perampasan suara di tiga distrik saat pelaksaan pemungutan suara pada 27 November 2024.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan DIYO, Namantus Gwijangge sebagai bantahan terhadap pernyataan Tim Pemangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Nduga nomor urut 01, Namia Gwijange-Obed Gwijangge atau NAMED yang menyebut suara mereka di distrik Ineye, Mbua dan Paro dirampas.

Namatus Gwijange menilai pernyataan itu merupakan pembohongan publik dan mengarah pada provokasi yang berpotensi menciptakan konflik di masyarakat Nduga.

“Itu pembohongan publik dan terkesan sebagai provokasi yang berpotensi menciptakan konflik di masyarakat. Tidak ada perampasan suara saat pemungutan suara pada 27 November 2024. Karena sebelumnya masyarakat melakukan musyawarah mufakat di setiap distrik di Nduga itu sudah sepakat akan memberikan suaranya kepada pasangan calon siapa,” kata Namantus pada Minggu, 01 Desember 2024.

Baca Juga :  Posko Kesehatan Gratis Meriahkan Kampanye Akbar Mari-Yo, Warga Mengantre Sejak Pagi

Katanya, kalau disebut ada perampasan pasti akan terjadi keributan di masyarakat, karena masyarakat yang suaranya dirampas tidak mungkin akan diam saja saat itu.

Namun buktinya saat pemungutan suara pada 27 November 2024, semua berjalan aman dan baik dengan sistem noken atau sistem ikat berdasarkan musyawarah mufakat masyarakat.

“Jadi kami Tim DIYO menganggap itu sebagai pembohonhan publik dan bentuk provokasi yang sangat berpotensi menciptakan konflik antara masyarakat. Tidak mungkin ada perampasan karena sebelum pemungutan suara berbagai tahapan dan proses sudah dilakukan masyarakat hingga menyepakati kepada pasangan calon siapa mereka akan memberikan suaranya,” ujarnya.

Namantus menegaskan, pasanan calon lain dan timnya, mestinya mengakui kemenangan DIYO karena masyarakat yang memberikan suara kepada DIYO ikut mengawal suara mereka. Tim calon lain jangan justru berupaya menyebar isu bohong atau memprovokasi situasi di masyarakat.

Baca Juga :  Polisi tangkap satu WNA PNG Bawa Kokain di Boven Digoel

“Kalau memang ada perampasan suara, tidak mungkin masyarakat yang suaranya dirampas itu diam saja. Pasti akan ada perlawanan dan bisa berujung ricuh. Tapi itu tidak terjadi saat pemungutan suara di Nduga,” ucapnya.

Katanya, tim calon lain jangan menciderai pelaksaan pilkada di Nduga yang aman dan damai dengan isu-isu yang tidak benar.

Selain itu menurutnya, apabila tim calon lain mengklaim memperoleh suara 50 ribu itu pembohongan publik dan terkesan memprovokasi masyarakat yang bisa menciptakan potensi konflik.

“Masyarakat Nduga juga tahu perolehan suara di lapangan, pasangan DIYO yang unggul. Jadi jangan melakukan pembohonhan publik dan memprovokasi masyarakat karena masyarakat Nduga sekarang ini sudah hidup damai,” kata Namantus.**(Redaksi Papua Terdepan)

Berita Terkait

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga
Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya