Jayapura,Papuaterdepan.com – Rangkaian perayaan Natal tingkat Provinsi Papua mulai dipersiapkan melalui koordinasi lintas instansi dan organisasi keagamaan. Salah satu agenda yang tengah dimatangkan adalah peluncuran Pra-Natal pada 28 November 2026, yang dirancang menjadi momentum pengenalan berbagai kegiatan Natal kepada masyarakat.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat Seksi Acara yang berlangsung di Ruang Rapat VIP Amsal Yowei, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Senin (21/9/2026).
Rapat melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, gereja, dan organisasi keagamaan untuk menyelaraskan konsep acara, kebutuhan pelayanan ibadah, serta pembagian tanggung jawab dalam rangkaian Pra-Natal, Natal Bersama, dan perayaan Tahun Baru.
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, meminta jajarannya memastikan setiap tugas yang dipercayakan kepada Kemenag dipersiapkan secara matang dan diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Papua.
Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan bagi Kemenag untuk mengambil bagian dalam persiapan perayaan Natal tingkat provinsi. Menurutnya, keterlibatan tersebut harus diikuti dengan kerja sama dan tanggung jawab yang jelas.
Klemens juga menekankan pentingnya komunikasi antarpanitia, khususnya untuk menyelaraskan kegiatan seremonial dengan kebutuhan ibadah dan pelayanan kerohanian.
“Kita diberi kesempatan oleh Bapak Gubernur untuk terlibat dalam Natal tingkat provinsi. Bersyukur bahwa Kemenag dilibatkan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, panitia membahas usulan peluncuran Pra-Natal yang akan dikemas melalui sejumlah kegiatan. Salah satu konsep yang mengemuka ialah karnaval akbar dengan rute dari Sentani menuju Kantor Gubernur Papua.
Karnaval itu diusulkan menjadi bagian awal kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan doa lintas agama, sambutan gubernur, dan peluncuran resmi rangkaian Pra-Natal. Konsep tersebut masih perlu disempurnakan sebelum ditetapkan sebagai susunan acara final.
Rangkaian kegiatan Pra-Natal sendiri direncanakan mulai bergulir pada Oktober 2026 melalui sejumlah kegiatan dan perlombaan. Peluncuran pada November diharapkan dapat memperkenalkan agenda tersebut secara lebih luas kepada masyarakat.
Selain karnaval, pembahasan turut mencakup keterlibatan gereja-gereja dalam ibadah, paduan suara, Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), serta penampilan seni. Panitia juga perlu mengoordinasikan kebutuhan pelayan firman, pengisi pujian, tim musik, dan unsur pendukung lainnya.
Koordinasi lanjutan direncanakan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP), seksi karnaval, serta pihak terkait lainnya.
Kepala Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua, Tony D. Sahertian, turut mengikuti rapat bersama jajaran bidangnya. Hadir pula Pdt. Febriane Suripatty dari Polda Papua, Kapten CAJ Adi M. Rumbiak dari Bintaldam XVII/Cenderawasih, serta perwakilan Asosiasi Pendeta Indonesia, Pdt. Elton Bernard dan Pdt. Anthon F. Kogoya.
Di samping persiapan peluncuran, panitia juga mempertimbangkan jadwal Natal Bersama. Salah satu alternatif yang dibicarakan adalah menggelar perayaan pada Januari 2027 agar dapat dirangkaikan dengan agenda Tahun Baru atau lepas sambut.
Namun, alternatif tersebut belum menjadi keputusan. Penetapan waktu pelaksanaan masih menunggu arahan Gubernur Papua.
Klemens menyatakan bahwa Kemenag siap menyesuaikan persiapan dengan keputusan pemerintah provinsi, baik apabila perayaan dilaksanakan pada Desember 2026 maupun pada waktu lain yang ditetapkan.
“Kalau misalnya Pak Gubernur setuju perayaan pada Desember, kita tetap bisa. Tidak ada alasan untuk itu. Ya dipersiapkan saja,” katanya.
Ia menegaskan, Kanwil Kemenag Papua akan mendukung pelaksanaan tugas sesuai kewenangannya, terutama dalam koordinasi kegiatan keagamaan, pelayanan ibadah, dan komunikasi dengan gereja serta organisasi keagamaan.
Melalui koordinasi lintas unsur ini, panitia diharapkan dapat menyusun rangkaian perayaan secara terarah dengan tetap menunggu keputusan resmi terkait konsep dan jadwal kegiatan.(Rilis)









