Jayapura,Papuaterdepan.com – Penguatan karakter dan spiritualitas menjadi salah satu fokus pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua. Melalui pengajian rutin yang digelar di Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Papua, ASN diajak untuk membangun kehidupan yang tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga bernilai dan bermakna di hadapan Allah SWT.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/7/2026) tersebut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua Gatut Aryoko, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Muslimin Yelipele, serta ASN Muslim di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.
Dalam tausiahnya, Ustaz Imam Rochimi menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan hidup tidak semata ditentukan oleh jabatan, kekayaan, maupun pencapaian duniawi, tetapi sejauh mana seseorang mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain serta menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT.
Menurutnya, banyak orang berlomba mengejar kesuksesan materi, namun sering kali melupakan nilai-nilai yang justru menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup.
“Kita hidup di zaman yang serba cepat. Banyak target yang ingin dicapai, banyak kebutuhan yang ingin dipenuhi. Namun jangan sampai kesibukan membuat kita kehilangan arah dan melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kehidupan yang bernilai lahir dari keimanan yang kuat, sikap syukur, dan kesadaran bahwa setiap amanah yang diberikan merupakan bagian dari ibadah.
Karena itu, ASN diharapkan mampu menjadikan pekerjaannya sebagai sarana pengabdian, bukan sekadar rutinitas untuk memperoleh penghasilan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Imam Rochimi mengajak peserta untuk melakukan refleksi terhadap berbagai perubahan sosial yang terjadi saat ini.
Menurut dia, kemajuan teknologi dan perkembangan zaman memang memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan baru berupa menurunnya kepedulian sosial, berkurangnya interaksi antarsesama, serta meningkatnya sikap individualisme.
Padahal, kata dia, salah satu kekuatan masyarakat Indonesia sejak dahulu adalah budaya kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Hubungan antar manusia tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi. Kehadiran, perhatian, dan kepedulian tetap menjadi kebutuhan dasar yang harus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menilai sikap peduli terhadap sesama merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki dampak besar dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian.
Selain itu, ASN juga diingatkan agar senantiasa menjaga amanah dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Menurutnya, integritas menjadi modal penting bagi ASN karena kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dibangun melalui perilaku dan keteladanan para aparatur.
“Kejujuran dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari karakter ASN. Apa yang kita kerjakan hari ini akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada atasan atau masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” katanya.
Dalam tausiah tersebut, peserta juga diajak untuk memperkuat kualitas ibadah sebagai sumber energi spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ustaz Imam Rochimi mengatakan ibadah tidak boleh dipandang sebagai beban, melainkan kebutuhan yang memberikan ketenangan dan keseimbangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ia menekankan bahwa seseorang yang memiliki kedekatan dengan Tuhan akan lebih mudah menghadapi tekanan, menjaga emosi, serta mengambil keputusan secara bijaksana.
Menurut dia, keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Karena itu, ASN Kemenag Papua diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
“Jabatan, harta, dan berbagai pencapaian dunia memiliki batas. Namun amal kebaikan, kejujuran, dan manfaat yang kita berikan kepada orang lain akan menjadi investasi yang nilainya jauh lebih besar,” ujarnya.
Kegiatan pengajian kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai program pembinaan keagamaan serta penguatan budaya kerja di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Papua terus berupaya membentuk ASN yang tidak hanya memiliki kompetensi dan kinerja yang baik, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pembinaan spiritual yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat melahirkan ASN yang profesional, humanis, dan berorientasi pada nilai-nilai pengabdian, sehingga kehadirannya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan di Tanah Papua.(Rilis)









