Jayapura,Papuaterdepan.com – Siswa madrasah di Papua menunjukkan daya saing akademik di tingkat nasional melalui Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Sebanyak 21 peserta didik berhasil melewati seleksi provinsi dan berhak melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
Tak hanya lolos seleksi, sejumlah peserta juga mencatatkan prestasi menonjol. Sebanyak 10 siswa Papua masuk dalam daftar 10 besar nasional pada bidang yang mereka ikuti, termasuk tiga peserta yang meraih peringkat pertama nasional.
Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, M. Muzakir Asso, menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil dari kerja keras siswa serta pendampingan guru dan madrasah.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi dan pembinaan, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara siswa, guru madrasah, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia,” ujar Muzakir.
Seleksi tingkat provinsi dilaksanakan pada 5–6 Oktober 2026, setelah sebelumnya sekitar 952 siswa mengikuti seleksi kabupaten/kota. Sebanyak 307 peserta kemudian bersaing di tingkat provinsi.
Pengumuman peserta yang lolos ke tingkat nasional disampaikan pada 10 Oktober 2026. Mereka dijadwalkan mengikuti kompetisi nasional pada 23–27 November 2026.
### Jayapura mendominasi peringkat nasional
Prestasi siswa Papua dalam OMI 2026 terlihat dari capaian sejumlah peserta pada berbagai bidang akademik.
Nur Ainun Alfirayanti dari MAS Darul Maarif Numbay, Kota Jayapura, meraih peringkat pertama nasional bidang Matematika. Inaya Melody Kasih dari MA Persiapan Negeri Jayapura menempati posisi teratas bidang Kimia.
Nur Aziza Rumaw dari MAS Darul Maarif Numbay juga meraih peringkat pertama nasional bidang Geografi.
Pada bidang yang sama, Muhammad Alif Mudzaki dari MAS DDI Entrop memperoleh peringkat kedua nasional.
Sementara itu, Vania Rahadatul’Aisy dari MA Persiapan Negeri meraih peringkat ketiga bidang Ekonomi, disusul Ainun Mardiyah yang menempati peringkat ketiga bidang Matematika.
Prestasi juga diraih Ira Azwanda dari MAS Darul Maarif Numbay dengan peringkat kedelapan nasional bidang Biologi.
Dari Kabupaten Sarmi, Angelia Diana Mecha, siswa MTsS DDI, berhasil menempati peringkat ketiga nasional bidang IPS.
Adapun Ahmad Sumariono dan Arman Maulana dari MTs Ma’arif NU Kabupaten Waropen masing-masing berada di peringkat ketujuh dan kedelapan nasional bidang IPS.
### Pembinaan berkelanjutan jadi kunci
Ketua Tim Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kanwil Kemenag Papua, Fatmawati Abbas, mengatakan prestasi tersebut tidak diraih secara instan.
Madrasah telah melakukan persiapan melalui latihan akademik, pendampingan guru, serta pengembangan kemampuan siswa sesuai bidang kompetisi.
Menurut Fatmawati, pembinaan OMI perlu dilakukan sepanjang tahun, bukan hanya ketika kompetisi akan berlangsung.
“Kami membagikan soal-soal OMI dari tahun-tahun sebelumnya kepada Kemenag kabupaten dan kota agar dapat dimanfaatkan oleh madrasah sebagai bahan latihan,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan prestasi siswa dari Kabupaten Jayapura, Sarmi, dan Nabire menjadi gambaran bahwa potensi akademik madrasah tersebar di berbagai wilayah Papua.
### Sebelas siswa menjadi terbaik provinsi
Selain peserta yang masuk peringkat nasional, terdapat 11 siswa yang tercatat sebagai peringkat terbaik Provinsi Papua pada bidang masing-masing.
Pada jenjang MI, prestasi diraih Ailani Istiqamah R. dari MIN Kota Jayapura bidang Matematika dan Muflih Mumtazal Arifin dari MI Nurul Hidayah Kabupaten Jayapura bidang IPAS.
Jenjang MTs diwakili Zalfa Oktaviani Marwah dan Nayla Siti Aisyah Sunarno dari MTs Negeri Kota Jayapura, masing-masing bidang Matematika dan IPA. Alliya Isma Arumi dari MAS Darul Maarif Numbay tercatat terbaik provinsi bidang Fisika, sedangkan Alyah dari MTs Integral Hidayatullah Nabire terbaik bidang IPS.
Pada jenjang MA, siswa terbaik provinsi meliputi Akbar Maulik Erari dari MAS Ma’arif NU Waropen bidang Matematika, Muhammad Reyhan Adriansyah dari MA Persiapan Negeri Jayapura bidang Kimia, serta Tri Intan Fadhilah dari madrasah yang sama bidang Biologi.
Diana Saihela Rahmah dari MAS Mambaul Hisan Nabire menjadi terbaik provinsi bidang Geografi, sementara Muslima Irawan Sahir dari MAS Darul Maarif Numbay terbaik bidang Ekonomi.
Muzakir berharap keberhasilan para peserta dapat menjadi inspirasi bagi siswa madrasah lainnya di Papua untuk terus mengembangkan kemampuan akademik.
Kanwil Kemenag Papua juga mendorong keterlibatan guru, kepala madrasah, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun pembinaan yang konsisten.
OMI diharapkan menjadi sarana memperluas kesempatan berprestasi sekaligus menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, dan kepercayaan diri siswa madrasah di Papua.(Rilis)









