JAYAPURA,Papuaterdepan.com– Duka atas tewasnya sopir angkutan lajur, Aris Sanda, di Papua Pegunungan memicu gelombang solidaritas dari sesama pengemudi di Kota Jayapura. Puluhan sopir angkutan umum dan taksi online turun ke jalan menggelar aksi damai di Taman Imbi, Jumat (25/9/2026), menuntut pengungkapan kasus sekaligus jaminan keamanan bagi para pengemudi yang beroperasi di wilayah Papua.
Aksi yang diikuti anggota Organda dan Komunitas Supir Port Numbay itu berlangsung tertib. Sekitar 50 kendaraan angkutan umum dan taksi online turut mengiringi aksi sebagai simbol dukungan terhadap keluarga korban dan bentuk keprihatinan atas kondisi keamanan yang dihadapi para sopir.
Koordinator Lapangan Angkutan Umum Kota Jayapura, Hatriani Pasila, mengatakan insiden yang merenggut nyawa Aris Sanda tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan pengemudi yang setiap hari mencari nafkah di jalan raya.
Menurutnya, para sopir membutuhkan kepastian bahwa negara hadir memberikan perlindungan bagi warga yang bekerja di sektor transportasi.
“Peristiwa ini membuat banyak sopir merasa khawatir saat menjalankan pekerjaan. Kami berharap ada langkah nyata untuk menjamin keamanan para pengemudi yang setiap hari melayani masyarakat,” kata Hatriani dalam orasinya.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan peserta aksi, massa menyampaikan tiga tuntutan utama.
Pertama, mereka meminta Polda Papua mengusut kasus penembakan yang menewaskan Aris Sanda secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kedua, mereka meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan pemantauan terhadap peristiwa tersebut, khususnya terkait perlindungan hak atas rasa aman bagi para sopir yang bekerja di wilayah rawan.
Ketiga, massa meminta pemerintah dan aparat keamanan memberikan perlindungan yang lebih maksimal bagi para pengemudi, mengingat banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari profesi tersebut.
“Ketika seorang sopir berangkat bekerja, ada keluarga yang menunggu di rumah. Karena itu keselamatan pengemudi harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Aksi berlangsung hingga menjelang siang dan berakhir tanpa gangguan keamanan. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib.
Diketahui, Aris Sanda meninggal dunia dalam insiden penembakan yang terjadi di sekitar kawasan Danau Habema, Distrik Trikora, Papua Pegunungan, pada 15 September 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian luas dan memunculkan desakan agar aparat segera mengungkap pelaku serta memastikan keamanan pengguna jalur Trans-Papua.(Naldo)









