Wamenag: Natal Bersama Kemenag bukan perayaan lintas agama

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Papuaterdepan.com — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa kegiatan “Natal Bersama” yang digelar kementeriannya merupakan perayaan gabungan antara umat Kristen dan Katolik, bukan perayaan lintas agama yang melibatkan seluruh pemeluk agama.

“Terkait isu Natal Bersama, perlu kami tegaskan bahwa yang dimaksud adalah perayaan Natal bersama umat Kristen dan Katolik. Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan lintas agama,” kata Wamenag usai menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jakarta, Senin (15/12).

Penegasan tersebut disampaikan Romo Syafi’i untuk meluruskan persepsi masyarakat. Menurut dia, perayaan ini tetap memegang teguh prinsip toleransi dan moderasi beragama, namun tetap menghormati batas-batas ajaran serta tradisi keyakinan masing-masing.

Baca Juga :  Datangi KPK Jelaskan Penggunaan Pesawat Khusus, Menag Nasaruddin Umar Bertekad Jadi Teladan Antikorupsi

Wamenag menjelaskan bahwa agenda Natal Bersama Kemenag tahun ini mengusung tajuk “Festival Kasih Nusantara” yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan estimasi 2.000 peserta.

Selain itu, lanjut dia, perayaan Natal Nasional bagi umat Kristiani akan diselenggarakan secara terpisah pada Senin, 5 Januari 2026, di Tennis Indoor Senayan dengan perkiraan jumlah peserta mencapai 3.500 orang.

Terkait keamanan, Wamenag memastikan seluruh jajaran Kemenag telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjamin kenyamanan beribadah.

Baca Juga :  Viral Video Kurban, Kemenag Tegaskan Pernyataan Menag Dipelintir

“Berdasarkan paparan yang diterima, seluruh tempat ibadah yang melaksanakan perayaan Natal telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila ibadah Natal menggunakan fasilitas umum, panitia wajib memperhatikan aspek kelayakan, keamanan, dan mengantongi izin dari otoritas berwenang.

Wamenag juga mengimbau agar perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini dilakukan secara sederhana dan ramah lingkungan. Ia menekankan pentingnya kegiatan sosial sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami mengimbau agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang mengalami bencana,” pungkas Romo Syafi’i.

Berita Terkait

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan
Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian
Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan
Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban
126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu
Jelang Maulid Nabi, Pegawai Kemenag Papua Diajak Hidupkan Akhlak Rasulullah
Maulid Nabi 1448 H, Menag Nasaruddin Umar Dorong Akhlak Jadi Kekuatan Bangun Peradaban

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:03 WIB

126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya