Kanwil Kemenag sebut Papua miniatur Indonesia dalam keragaman

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papuaterdepan.com, Jayapura,-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, membuka kegiatan Dialog Multikultural bagi Guru dan Penyuluh Agama ASN, Senin (15/07/2025), di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura.

Dalam sambutannya, Kakanwil menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kerukunan dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, guru dan penyuluh agama ASN memiliki peran strategis sebagai pelayan publik dan pembina umat.

“Papua adalah miniatur Indonesia dalam keragaman. Keragaman ini adalah anugerah, tapi jika tidak dikelola dengan bijak bisa menjadi tantangan. Karena itu, dialog multikultural seperti ini bukan sekadar forum formal, tapi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas guru dan penyuluh dalam merawat kerukunan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas guru dan penyuluh bukan hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi teladan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, keadilan, toleransi, dan empati. Nilai-nilai ini merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Dirinya menyoroti urgensi menjaga netralitas ASN, khususnya menjelang perhelatan politik nasional yang tinggal beberapa pekan lagi.

“Saya ingatkan, ASN Kementerian Agama, terutama guru dan penyuluh, jangan sekali-sekali terlibat politik praktis. Jangan coba-coba membawa bendera politik ke ruang kelas atau forum penyuluhan. Jika ketahuan, tidak ada kompromi,” tegasnya.

Baca Juga :  MTQ Papua Perkuat Peran Syarhil Al-Qur'an sebagai Media Dakwah Generasi Muda

Kakanwil menambahkan, ASN Kementerian Agama memiliki tiga peran istimewa, yakni sebagai aparatur negara di pagi hingga sore, sebagai anggota keluarga di rumah, dan sebagai pembina umat di tengah masyarakat. Ketiga peran tersebut, menurutnya, menuntut integritas dan sikap keteladanan.

“Karena itu saya biasa bilang ASN Kemenag harus jadi ‘setengah malaikat’. Artinya, ucapan dan tindakan kita harus dijaga. Jangan sampai jadi sumber provokasi, apalagi di masa sensitif seperti saat ini,” ujarnya.

Menutup sambutan, Kakanwil mengajak seluruh peserta untuk menjadikan dialog ini sebagai ruang belajar bersama, membangun jejaring lintas iman yang produktif, dan memperkuat semangat hidup berdampingan secara damai.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai jembatan menuju masyarakat Papua yang rukun, adil, dan damai,” ajaknya.

Ketua Tim Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Elisabet Maru Toding Bunga, menyampaikan bahwa Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua merupakan cerminan keberagaman Indonesia, tempat masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan secara harmonis.

Baca Juga :  Dari Keamanan hingga Pertanian, Prajurit Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Warga Doyo Lama

“Karena itu, guru agama dan penyuluh agama ASN memiliki peran strategis dalam membina umat, menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan, dan menjunjung tinggi semangat toleransi serta kebangsaan,” jelasnya.

Elisabet menjelaskan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pemahaman para guru dan penyuluh agama ASN tentang prinsip multikulturalisme, memperkuat pengetahuan mengenai moderasi beragama, membangun jejaring lintas sektoral, serta menumbuhkan sikap toleran dan saling menghormati antarumat beragama.

Elisabet menjelaskan bahwa peserta berasal dari kalangan guru agama dan penyuluh agama ASN lintas agama, meliputi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Kegiatan dilaksanakan dengan metode presentasi, tanya jawab, dan dialog interaktif. Untuk pembiayaan kegiatan bersumber dari DIPA Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Tahun Anggaran 2025.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam memperkuat persaudaraan, mempererat kebinekaan, serta meneguhkan komitmen kita bersama membangun Indonesia yang rukun dan damai, khususnya di Kota Jayapura,” tutupnya.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/BEM Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Teritorial di Jayapura
Peringati Sumpah Pemuda, Kepala Suku Armati Ajak Generasi Muda Jaga NKRI
Ondoafi Sawar Tekankan Peran Pemuda dalam Menjaga Persatuan dan Membangun Papua
Pemuda Waena Berkomitmen Dukung Pembangunan dan Kedamaian Papua
Bakti Sosial di Waena, Tokoh Adat Modouw Perkuat Semangat Kebersamaan
Tolak Kekerasan dan Provokasi, Pemuda Enggros Deklarasikan Papua Damai
Jelang Sumpah Pemuda, Steve Sembra Berbagi Sembako dan Ajak Pemuda Jaga Persatuan
Ondoafi Bagaiserwar Ajak Pemuda Papua Jaga Pancasila dan Keutuhan NKRI

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Yonif TP 810/BEM Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Teritorial di Jayapura

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, Kepala Suku Armati Ajak Generasi Muda Jaga NKRI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Ondoafi Sawar Tekankan Peran Pemuda dalam Menjaga Persatuan dan Membangun Papua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pemuda Waena Berkomitmen Dukung Pembangunan dan Kedamaian Papua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Bakti Sosial di Waena, Tokoh Adat Modouw Perkuat Semangat Kebersamaan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya