Jayapura,Papuaterdepan.com – Kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu cara menumbuhkan semangat persatuan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda. Hal itu ditunjukkan Kepala Suku Sembra Kampung Enggros, Steve Sembra, bersama sejumlah tokoh adat melalui kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat.
Bakti sosial tersebut berlangsung di kawasan Jembatan Merah Youtefa, Kota Jayapura, Kamis (22/10/2026), sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ajakan untuk memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Steve mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati setiap tahun. Nilai persatuan yang terkandung di dalamnya perlu diterapkan melalui sikap saling menghargai, membantu sesama, dan menjaga hubungan baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, keberagaman suku, bahasa, dan budaya merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama, bukan menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya di tengah perkembangan zaman.
Steve mengajak anak-anak muda untuk tetap menghormati orang tua, menghargai para tokoh adat, serta menjadikan budaya leluhur sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Adat mengajarkan kita tentang kebersamaan, saling menghormati, gotong royong, dan hidup dalam kedamaian. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita melupakan identitas dan jati diri sebagai masyarakat yang memiliki adat dan budaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembagian sembako tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara tokoh adat, pemuda, dan warga diharapkan semakin erat.
Steve berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun solidaritas masyarakat, khususnya di Kampung Enggros.
Ia turut mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga berperan aktif menjaga persatuan, melestarikan adat istiadat, dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.
“Pemuda adalah penerus masa depan, sedangkan adat merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga,” katanya.
Menurutnya, perpaduan semangat generasi muda dengan nilai-nilai adat menjadi bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa.(Naldo)








