Sentani,Papuaterdepan.com- Cabang Musabaqah Syarhil Al-Qur’an (MSQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua dinilai menjadi sarana penting dalam membangun kemampuan generasi muda untuk memahami sekaligus menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an kepada masyarakat.
Ketua Majelis Musabaqah Syarhil Al-Qur’an MTQ XXXI Papua Hj. St. Marhamah Shabry di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis, mengatakan MSQ tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan keterampilan komunikasi dan dakwah.
Menurut dia, peserta dituntut mampu mengaitkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan berbagai persoalan kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima secara lebih luas.
“Peserta tidak hanya dituntut memahami ayat yang dibacakan, tetapi juga mampu menjelaskan makna dan pesan yang terkandung di dalamnya dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan kualitas peserta cabang Syarhil Al-Qur’an pada MTQ Papua tahun ini menunjukkan perkembangan yang positif. Peningkatan kemampuan peserta terlihat pada aspek pemahaman materi, teknik penyampaian, hingga penguasaan panggung saat menyampaikan syarahan.
Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan proses pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di tingkat kabupaten dan kota berjalan semakin baik.
Marhamah mengatakan sistem penilaian pada cabang MSQ dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan tiga komponen utama, yakni tilawah, materi syarahan dan terjemahan, serta penghayatan dan retorika.
Pada aspek tilawah, peserta dinilai dari ketepatan tajwid, kualitas suara, fashahah, dan penguasaan lagu. Sementara pada materi syarahan, dewan hakim menilai ketepatan terjemahan ayat, isi materi, sistematika penyampaian, serta penggunaan bahasa.
Adapun pada aspek penghayatan dan retorika, penilaian mencakup kemampuan komunikasi, artikulasi, intonasi, ekspresi, dan penguasaan audiens.
Ia menambahkan salah satu tantangan dalam penjurian adalah memastikan seluruh unsur tersebut mendapat penilaian yang seimbang sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kualitas peserta secara utuh.
Menurut dia, penampilan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca Al-Qur’an atau retorika yang menarik, tetapi juga harus didukung pemahaman yang benar terhadap kandungan ayat yang disampaikan.
Karena itu, dewan hakim dituntut cermat dalam menilai keseimbangan antara substansi materi dan teknik penyampaian yang ditampilkan setiap tim.
Marhamah berharap cabang Syarhil Al-Qur’an terus berkembang sebagai ruang pembinaan generasi Qur’ani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak peserta menjadikan pengalaman mengikuti MTQ sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat pemahaman agama, meningkatkan kemampuan berdakwah, serta menumbuhkan semangat menyebarkan nilai-nilai persatuan, kepedulian sosial, dan kedamaian di Tanah Papua.
Cabang Musabaqah Syarhil Al-Qur’an MTQ XXXI Papua berlangsung di Aula Insan Cendekia Sentani dengan diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Papua. Setelah melalui babak penyisihan, peserta terbaik akan melaju ke babak final untuk memperebutkan posisi juara pada cabang tersebut.(Rilis)









