JAYAPURA, Papuaterdepan.com – Pemerintah Provinsi Papua bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua terus memperkuat sinergi untuk meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) di Tanah Papua. Upaya tersebut dinilai penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Gubernur Papua menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan sosial dan mendukung percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, Papua yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam membutuhkan komitmen bersama dalam merawat toleransi.
“Papua adalah rumah bersama bagi seluruh umat beragama. Kerukunan dan toleransi menjadi modal sosial yang sangat penting untuk menjaga keamanan, persatuan, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Gubernur Papua di Jayapura, sabtu (3/1/2026)
Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, menyatakan bahwa Kemenag Papua berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan indeks kerukunan umat beragama.
Ia menjelaskan, Kemenag Papua secara konsisten mendorong dialog lintas iman, memperkuat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta melakukan pembinaan umat melalui pendekatan persuasif dan edukatif.
“Kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh tokoh agama dan masyarakat. Nilai-nilai moderasi beragama perlu terus diperkuat agar perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber konflik,” kata Klemens.
Menurutnya, Papua selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, Kemenag, tokoh agama, dan tokoh adat, kualitas kerukunan di Papua diyakini akan terus meningkat.
Gubernur Papua juga mengapresiasi peran aktif Kemenag dan para pemuka agama dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan Papua yang aman dan damai.
Sebagai informasi, Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Papua pada tahun 2025 tercatat mencapai angka 80,98, menempatkan Papua pada peringkat ke-12 secara nasional. Capaian tersebut menunjukkan kondisi kerukunan antarumat beragama di Papua berada dalam kategori baik dan terus mengalami penguatan.(Redaksi)









