Jayapura, Papuaterdepan.com- SMP Negeri 9 Jayapura mulai menerapkan sistem ujian berbasis Computer Based Test (CBT) dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir (ASA) bagi siswa kelas VII dan VIII sebagai upaya membiasakan peserta didik menghadapi sistem evaluasi pendidikan berbasis digital.
Kepala SMP Negeri 9 Jayapura Panjaitan mengatakan penerapan ujian berbasis online tersebut diikuti sebanyak 806 siswa yang terdiri atas 378 siswa kelas VII dan 428 siswa kelas VIII.
“Untuk kelas VII sebanyak 378 siswa dan kelas VIII sebanyak 428 siswa, sehingga total peserta kurang lebih 806 anak mengikuti asesmen akhir tahun ini,” kata Panjaitan di Jayapura, Selasa,(2/6).
Menurut dia, penggunaan aplikasi CBT sangat penting karena sistem tersebut sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan yang kini semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran maupun evaluasi hasil belajar siswa.
Ia menjelaskan penerapan CBT juga menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta ujian tingkat akhir di kelas IX yang telah menggunakan sistem berbasis komputer.
“Kami ingin anak-anak sejak kelas VII dan VIII sudah memiliki kemampuan dan persiapan menghadapi ujian berbasis komputer, sehingga ketika nanti masuk kelas IX mereka sudah siap,” ujarnya.
Selain melatih kesiapan siswa menghadapi ujian digital, penggunaan CBT juga dinilai lebih efisien dibandingkan metode ujian manual yang selama ini menggunakan banyak kertas.
“Kalau menggunakan ujian manual, ribuan rim kertas harus dipakai, tetapi sekarang kami bisa menghemat hingga nol kertas,” katanya.
Panjaitan menambahkan sistem ujian berbasis online turut memberikan kemudahan bagi para guru dalam proses pemeriksaan hasil ujian siswa karena nilai dapat langsung diketahui setelah peserta menyelesaikan soal.
“Begitu siswa submit lembar jawaban, nilainya langsung keluar sehingga guru lebih mudah melihat hasil pekerjaan anak-anak,” ujarnya.
Ia mengatakan sekolah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ujian berbasis CBT tersebut agar ke depan kualitas pelayanan pendidikan dan pelaksanaan ujian di SMP Negeri 9 Jayapura semakin baik.
“Kami akan terus membenahi titik-titik yang masih kurang supaya pelaksanaan ujian di SMP Negeri 9 Jayapura ke depan bisa berjalan lebih baik,” katanya.
Menurut dia, jumlah peserta didik yang cukup besar menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan ujian berbasis digital sehingga diperlukan dukungan seluruh pihak, termasuk orang tua murid.
“Pelaksanaan ujian ini tidak hanya menjadi beban sekolah, tetapi juga membutuhkan kontribusi dan kerja sama orang tua murid,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah membantu menyiapkan fasilitas penunjang seperti telepon genggam Android dan paket data agar anak-anak dapat mengikuti ujian dengan lancar.
“Orang tua memberikan kontribusi untuk memfasilitasi anak mereka dengan HP Android dan juga menyiapkan pulsa data sehingga anak-anak bisa mengikuti ujian dengan baik,” katanya.
Bagi siswa yang belum memiliki perangkat pendukung, pihak sekolah menyiapkan komputer dan sebagian pelaksanaan ujian tetap dilakukan secara manual agar seluruh peserta didik tetap dapat mengikuti asesmen.
“Kami menyiapkan komputer bagi anak-anak yang belum memiliki fasilitas karena semua siswa harus mengikuti ujian dan tidak ada alasan untuk tidak ikut,” ujarnya.
Panjaitan berharap kolaborasi yang telah terjalin antara sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus dipertahankan demi mendukung peningkatan kualitas pendidikan di SMP Negeri 9 Jayapura.
“Saya berharap kerja sama dan kontribusi dari semua stakeholder, khususnya bapak ibu guru di SMP Negeri 9 Jayapura, terus terjaga sehingga pelaksanaan ujian berbasis digital ke depan semakin optimal,” katanya.(Tin)









