Kakanwil Kemenag: Hidup Damai Berdampingan Sudah Jadi Budaya Orang Papua

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENTANI, Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama di Bumi Cenderawasih bukan sekadar konsep, melainkan telah menjadi identitas kultural masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan Klemens saat membuka kegiatan Pembinaan Korban Aliran Paham Keagamaan yang diselenggarakan oleh Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua di Hotel Horison Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (16/12/2025).

Menurut Klemens, sejarah mencatat bahwa masyarakat Papua telah lama hidup berdampingan secara damai. Ia menekankan bahwa di Provinsi Papua, tidak ditemukan konflik yang murni dipicu oleh faktor agama.

“Hidup damai berdampingan antarumat untuk orang Papua itu sudah menjadi budaya,” ujar Klemens dalam sambutannya.

Baca Juga :  Dirjen Bimas Kristen Beri Pembinaan Guru PAK dan SPKK di Jayapura

Lebih lanjut, Klemens mengapresiasi peran para pemuka agama dalam merawat tenun kebangsaan di Papua. Ia menilai, situasi masyarakat yang kondusif dan rukun saat ini bukanlah semata-mata karena kinerja Kementerian Agama, melainkan berkat andil besar dan kedewasaan para tokoh agama di Provinsi Papua.

Kegiatan pembinaan ini dinilai Klemens sebagai langkah pencegahan dini (deteksi dini) terhadap potensi konflik aliran paham keagamaan di kawasan Papua Raya, meskipun situasi saat ini relatif aman.

Antisipasi Konflik Sosial

Pandangan serupa disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Keagamaan Kemenag RI, Dedi Slamet Riyadi. Hadir sebagai pemateri, Dedi menyoroti fakta bahwa Papua tidak mengalami konflik berdimensi keagamaan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Klemens Taran Minta ASN Kemenag Papua Jaga Integritas dan Perkuat Kinerja

Meski demikian, Dedi mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan pembinaan berkelanjutan.

“Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi konflik sosial berdimensi keagamaan di Tanah Papua,” tutur Dedi.

Ia juga menekankan bahwa keragaman adalah keniscayaan yang sudah ada bahkan sebelum Indonesia merdeka. Oleh karena itu, seluruh warga negara wajib menerima perbedaan di bawah satu naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Acara yang diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari Kepala Seksi Bimas Islam se-Papua Raya dan tokoh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam ini, dibuka secara simbolis dengan penabuhan tifa oleh Kakanwil Kemenag Papua didampingi Kasubdit serta para pejabat terkait.(Rilis)

Berita Terkait

BULOG Papua Salurkan 179,7 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Mikro
Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama
PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar
Hampir Setahun Berjuang, Maniap Kogoya Kawal Sengketa Wakil Bupati Nduga hingga Putusan
Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan
Yonif TP 810/BEM Ajak Pelajar SDN Angkasa Lanud Silas Papare Cintai Tanah Air
Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun Langsung Layani Kesehatan Warga Kampung Sosiri
Pendaftaran Murid Baru Kalam Kudus Jayapura Dibuka, Ini Program dan Promo yang Ditawarkan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:32 WIB

BULOG Papua Salurkan 179,7 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Mikro

Kamis, 5 November 2026 - 16:03 WIB

Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama

Kamis, 5 November 2026 - 10:51 WIB

PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar

Rabu, 4 November 2026 - 19:50 WIB

Hampir Setahun Berjuang, Maniap Kogoya Kawal Sengketa Wakil Bupati Nduga hingga Putusan

Rabu, 4 November 2026 - 15:54 WIB

Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya