JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, meminta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) memperkuat disiplin dan kinerja menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026.
Pesan tersebut disampaikan Klemens saat memimpin apel pagi di lingkungan Kanwil Kemenag Papua, Senin (24/8/2026).
Klemens mengatakan waktu yang tersisa hingga akhir tahun harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan seluruh program dan target kerja. Ia juga meminta setiap pegawai menunjukkan tanggung jawab melalui kehadiran dan pelaksanaan tugas yang konsisten.
Menurut Klemens, kedisiplinan bukan sekadar persoalan kehadiran dalam apel, tetapi merupakan bagian dari integritas seorang aparatur negara.
“Perjalanan pengabdian harus terus dijaga dengan baik, terutama dalam hal kedisiplinan dan pelaksanaan tugas,” ujarnya.
ASN Diminta Waspadai Radikalisme di Ruang Digital
Dalam kesempatan tersebut, Klemens mengungkapkan Kanwil Kemenag Papua akan mendapat pembinaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Pembinaan itu, kata dia, penting untuk memperkuat pemahaman ASN mengenai pencegahan korupsi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme.
Klemens menilai perkembangan teknologi digital membuat penyebaran paham ekstrem semakin sulit dideteksi karena dapat dilakukan melalui perangkat yang sehari-hari digunakan masyarakat.
“Sekarang pola penyebaran sudah berubah. Mereka tidak lagi hanya menggunakan tempat tertentu, tetapi juga memanfaatkan telepon seluler,” katanya.
Karena itu, ia meminta ASN meningkatkan kemampuan literasi digital dan tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga memperhatikan lingkungan keluarga, terutama anak-anak.
Ia menilai edukasi menjadi penting agar ASN memahami karakteristik konten berbahaya, mengetahui cara menghindarinya, serta mampu mengambil langkah apabila menemukan indikasi paparan paham ekstrem.
Soroti Ketimpangan ASN di Daerah
Klemens juga menyoroti kondisi pelayanan Kementerian Agama di sejumlah wilayah terpencil Papua.
Dari kunjungan kerja ke Mappi, Tolikara, dan Puncak, ia melihat langsung keterbatasan personel yang membuat ASN di daerah harus menjalankan berbagai pekerjaan sekaligus.
Tidak hanya menjalankan tugas administrasi dan pelayanan, sebagian pegawai bahkan harus mengurus kebutuhan kantor hingga mengantarkan dokumen secara mandiri.
Kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mencapai sejumlah wilayah, petugas harus menggunakan beberapa moda transportasi dan menempuh perjalanan panjang.
Klemens menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penataan sumber daya manusia Kementerian Agama di Papua.
Ia menyatakan akan mendorong penataan ASN dari Kanwil ke daerah apabila regulasi yang menjadi dasar perpindahan tersebut telah tersedia.
“Daerah membutuhkan dukungan sumber daya manusia. Kita yang memiliki banyak ASN di sini harus memikirkan bagaimana mereka di daerah bisa dibantu,” ujarnya.
Karier ASN Harus Dibangun dari Prestasi
Klemens secara khusus mengingatkan PPPK maupun ASN lainnya agar menjaga reputasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.
Ia meminta seluruh pegawai membangun karier berdasarkan kinerja, prestasi, dan integritas.
“Bapak-Ibu berkarierlah dengan baik. Semua pekerjaan kita tercatat melalui SKP. Jangan pernah mendapatkan jabatan karena uang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan ASN agar tidak tergoda tawaran pihak luar yang menjanjikan jabatan melalui jalur yang tidak sesuai ketentuan.
Menurut Klemens, kesempatan bagi putra-putri Papua untuk berkembang harus dibuka seluas-luasnya, namun persaingan tersebut harus dilakukan secara sehat melalui prestasi dan kemampuan.
Apresiasi Capaian Pelaporan 100 Persen
Di sisi lain, Klemens mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenag Papua dan kantor Kemenag kabupaten/kota atas capaian penyampaian laporan yang disebut telah mencapai 100 persen hingga semester II 2026.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran.
Klemens mengatakan peringkat dalam evaluasi dapat berubah karena faktor waktu penyampaian laporan. Namun, yang lebih penting adalah memastikan Kanwil Kemenag Papua tidak memiliki catatan buruk dalam proses evaluasi.
Ia meminta capaian tersebut dipertahankan dengan meningkatkan ketepatan waktu penyampaian laporan pada periode berikutnya.
Zona Integritas Diminta Jangan Berhenti
Klemens juga meminta pelaksanaan Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) terus digenjot.
Ia mengingatkan enam area perubahan dalam program tersebut harus menunjukkan perkembangan secara berkala dan tidak berhenti setelah kegiatan awal dilakukan.
“Setiap minggu harus ada pergerakan, walaupun kecil. Jangan sampai mati suri,” katanya.
Para ketua tim dan pejabat terkait diminta melakukan pemantauan rutin agar setiap target dapat terukur dan memiliki perkembangan yang jelas.
Menutup arahannya, Klemens mengingatkan jajaran untuk memperhatikan keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan kantor.
Ia meminta petugas keamanan hadir lebih awal, terutama pada Senin pagi, untuk membantu mengatur arus kendaraan dan memastikan pelaksanaan apel berlangsung aman dan tertib.
Klemens juga mengajak seluruh ASN membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan kantor.
Ia berharap penguatan disiplin, integritas, literasi digital, serta pemerataan sumber daya manusia dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat di seluruh Papua.









