Jayapura,Papuaterdepan.com– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, berlangsung penuh semangat kebersamaan, Sabtu (15/8/2026). Namun di balik kemeriahan itu, terselip pesan penting dari Kepala Suku Muttang, Eduard Muttang, yang mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh provokasi yang berpotensi memecah belah kehidupan sosial.

Kegiatan yang mengusung tema “Kampung Meriah, Adat Kuat, Indonesia Bersatu” tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta anak-anak kampung. Momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat perbatasan.
Eduard Muttang menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan antarwarga. Menurutnya, keberagaman yang ada di Papua merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru dari keberagaman itulah kita belajar hidup berdampingan dan membangun kampung secara bersama-sama,” ujarnya.
Sebagai pemimpin adat, ia menilai adat dan budaya Papua memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat. Nilai-nilai adat, kata dia, selama ini menjadi pedoman dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui dialog dan musyawarah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi, terutama di era digital yang memungkinkan berbagai isu menyebar dengan cepat. Warga diminta tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.
“Jangan mudah terhasut oleh isu atau provokasi yang tidak jelas sumbernya. Kedamaian kampung harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain mengajak menjaga persatuan, Eduard turut mendorong masyarakat untuk terus menghidupkan budaya gotong royong dan mendukung program pembangunan yang berdampak positif bagi kesejahteraan warga.
Menurutnya, kemajuan kampung tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan lingkungan yang produktif.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian sembako kepada warga. Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat dan menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Melalui kegiatan itu, masyarakat Skouw Sae tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga persatuan, memperkuat adat, dan menciptakan Papua yang aman, damai, serta harmonis.(Naldo)









