Jayapura,Papuaterdepan.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, tak hanya diramaikan berbagai perlombaan dan festival rakyat. Momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan bakti sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ondoafi Kampung Kayu Batu, Rudolf Makanuay, menyerahkan bantuan kepada mama-mama pelaku usaha lokal yang terlibat dalam Festival Kuliner Merah Putih. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan usaha sekaligus menyukseskan rangkaian perayaan kemerdekaan.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ondoafi pada Sabtu (15/8/2026) itu turut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga Kampung Kayu Batu.
Rudolf Makanuay menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, membangun kampung tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat solidaritas dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Perayaan kemerdekaan harus menjadi ruang untuk berbagi dan saling menguatkan. Ketika masyarakat bersatu dan saling membantu, maka pembangunan akan berjalan lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Festival Kuliner Merah Putih menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi usaha masyarakat, khususnya mama-mama Papua yang selama ini menjadi penggerak ekonomi keluarga. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan tersebut dinilai penting agar pelaku usaha lokal semakin berkembang.
Selain menyerahkan bantuan, kegiatan bakti sosial juga menjadi wadah mempererat hubungan antara lembaga adat dan masyarakat. Suasana kebersamaan terlihat saat warga berkumpul dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang digelar menjelang puncak perayaan 17 Agustus.
Dalam kesempatan itu, Rudolf juga mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura. Ia menilai stabilitas daerah merupakan modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan, menghormati satu sama lain, dan bersama-sama membangun Papua yang aman serta sejahtera,” katanya.
Menurutnya, nilai gotong royong yang diwariskan para leluhur harus terus dipelihara oleh generasi muda sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di Tanah Papua.
Melalui kegiatan sosial tersebut, Ondoafi Kayu Batu berharap semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga peringatan HUT RI tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi kehidupan warga.(naldo)









