Sarmi,Papuaterdepan.com – Menjelang rencana aksi yang akan digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 3 Agustus 2026, tokoh adat di Kabupaten Sarmi mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen, menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga suasana damai yang selama ini terpelihara di wilayah tersebut. Karena itu, warga diminta tetap fokus menjalankan aktivitas sehari-hari dan tidak mudah terpancing oleh ajakan maupun informasi yang belum tentu benar.
Menurut Frans, perkembangan informasi di media sosial sering kali memunculkan berbagai narasi yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia mengingatkan warga agar lebih bijak menyaring informasi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat harus tetap tenang, menjaga persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” ujarnya di Sarmi Timur, Rabu (29/7/2026).
Frans juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan, untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia menilai stabilitas daerah menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, warga diminta segera berkoordinasi dengan aparat keamanan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Ia berharap masyarakat Sarmi tetap mengedepankan dialog, persatuan, dan semangat kebersamaan sehingga situasi yang aman dan damai dapat terus terjaga di Papua.(Redaksi)









