Ondoafi Keder Dorong Masyarakat Adat Sarmi Bangun Kemandirian Pangan

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SARMI,Papuaterdepan.com — Penguatan ketahanan pangan dinilai perlu dimulai dari tingkat kampung dengan melibatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama. Hal tersebut disampaikan Kepala Suku Manirem sekaligus Ondoafi Kampung Keder, Billy Kreeuw, dalam momentum Hari Tani Nasional 2026.

Billy mengajak masyarakat adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok tani di Kabupaten Sarmi untuk bersama-sama membangun lumbung pangan kampung dan mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki masyarakat.

Ajakan itu disampaikan dalam Diskusi Adat bertajuk Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa yang berlangsung di Kampung Keder, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kamis (24/9/2026).

Menurut Billy, ketahanan pangan bukan semata persoalan produksi pertanian, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri serta menjaga keberlanjutan sumber daya yang dimiliki kampung.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Saya selaku Ondoafi Keder mengajak masyarakat adat, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Sarmi,” ujar Billy.

Ia mengatakan, konsep lumbung desa dapat dikembangkan sebagai salah satu strategi masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan. Lahan dan potensi pertanian lokal, menurutnya, perlu dikelola secara produktif sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun kepentingan masyarakat kampung.

Baca Juga :  Tokoh Agama Papua Dukung Penindakan Tegas KKB: Kekerasan di Yahukimo Lukai Rakyat Sendiri

Di sisi lain, Billy menyampaikan dukungannya terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kabupaten Merauke. Ia berharap program pembangunan sektor pangan tersebut dapat memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat Papua sekaligus membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Papua, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, peningkatan perekonomian masyarakat, serta membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pembangunan sektor pangan,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya memperhatikan keberadaan masyarakat adat dalam setiap pembangunan yang berkaitan dengan tanah dan sumber daya alam.

Menurut Billy, komunikasi dan musyawarah dengan pemilik hak ulayat harus menjadi bagian dari proses pembangunan agar kepentingan pembangunan dan masyarakat adat dapat berjalan beriringan.

“Pembangunan ketahanan pangan tetap harus memperhatikan keberadaan dan hak-hak masyarakat adat, melibatkan masyarakat setempat, serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah dengan para pemilik hak ulayat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat adat tidak hanya berada pada posisi sebagai penerima manfaat. Masyarakat perlu diberi ruang untuk mengambil peran dalam perencanaan, pengelolaan hingga pengembangan kegiatan pangan di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Podius Alom ajak warga ubah stigma Pilkada Papua rawan konflik

“Dengan menjaga pangan, kita menjaga kehidupan masyarakat. Dengan memperkuat lumbung desa, kita memperkuat kemandirian kampung,” kata Billy.

Ia berharap semangat Hari Tani Nasional dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali gotong royong masyarakat dalam mengelola potensi pertanian kampung.

Penguatan kelompok tani, pemanfaatan lahan produktif, pengembangan tanaman pangan dan penyediaan cadangan pangan dinilai dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Dalam kegiatan yang sama, Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pengembangan pertanian yang berkelanjutan. Masyarakat juga menerima bantuan berupa bibit tanaman dan paket sembako.

Billy menilai dukungan terhadap program pangan nasional perlu berjalan bersamaan dengan penguatan pangan lokal. Dengan demikian, masyarakat kampung memiliki sumber pangan yang dapat dikelola sendiri sekaligus memiliki peluang meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat adat di Sarmi menjadikan pembangunan pangan sebagai gerakan bersama dengan tetap mempertahankan nilai adat, budaya, hak ulayat dan kelestarian lingkungan.(Redaksi)

Berita Terkait

Prajurit Yonif TP 810 BEM Ajak Pelajar Doyo Baru Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air
Prestasi Baru Entis Sutisna, Pimpin PT Air Minum Jayapura Sekaligus Raih Lektor Kepala
Mama-Mama Papua Terima Bantuan Bibit Cabai dan Beras pada Hari Tani Nasional
Dari Kampung Yoka, Semangat Pangan Berdaulat Digaungkan Masyarakat Adat
Peringati Hari Tani Nasional, Warga Kayo Batu Perkuat Pangan Lokal dan Kebun Rakyat
Hari Tani Nasional, Bagaiserwar Gerakkan Masyarakat Perkuat Pangan Lokal
Keondofoloan Yoka Salurkan Bibit Cabai dan Beras, Dorong Kemandirian Pangan Warga
Lumbung Desa Jadi Kunci Ketahanan Pangan, LMA Sarmi Ajak Warga Bergerak Bersama

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:31 WIB

Prajurit Yonif TP 810 BEM Ajak Pelajar Doyo Baru Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air

Kamis, 24 September 2026 - 12:03 WIB

Ondoafi Keder Dorong Masyarakat Adat Sarmi Bangun Kemandirian Pangan

Kamis, 24 September 2026 - 10:38 WIB

Prestasi Baru Entis Sutisna, Pimpin PT Air Minum Jayapura Sekaligus Raih Lektor Kepala

Kamis, 24 September 2026 - 09:14 WIB

Mama-Mama Papua Terima Bantuan Bibit Cabai dan Beras pada Hari Tani Nasional

Rabu, 23 September 2026 - 14:51 WIB

Dari Kampung Yoka, Semangat Pangan Berdaulat Digaungkan Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya