Malang,Papuaterdepan.com – Kontingen Papua menorehkan prestasi pada Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 dengan meraih posisi Harapan III dalam kategori K3 (Keselamatan, Kesehatan, dan Kerapian) Tenda Putri. Penghargaan tersebut menjadi salah satu momen dalam penutupan kegiatan yang berlangsung di kompleks Pesantren An-Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Senin malam (5/10/2026).
Penutupan PPSN VI dipimpin Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, yang hadir mewakili Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Dalam arahannya, ia mengajak para santri menjadikan pengalaman selama perkemahan sebagai bekal membangun karakter, meningkatkan kemampuan diri, dan mempersiapkan masa depan.
Basnang menekankan bahwa jiwa kepemimpinan perlu dibentuk sejak dini melalui kesediaan mengambil tanggung jawab di lingkungan terkecil. Pengalaman memimpin kelompok kecil, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan seseorang untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
“Tidak ada pemimpin yang besar, kecuali pernah menjadi pemimpin yang kecil,” pesannya.
Ia juga menyoroti perilaku santri dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kedewasaan dan tanggung jawab agar media digital tidak menjadi sarana menyebarkan provokasi atau memperkeruh perbedaan.
“Jangan menjadi provokator,” tegas Basnang.
Ia mengajak para santri mengambil peran sebagai penyejuk di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga persatuan bangsa. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan nilai-nilai yang dipelajari di pesantren, terutama dalam membentuk pribadi yang berakhlak dan menghormati sesama.
Selain karakter dan kepemimpinan, Basnang mendorong peserta memperkuat kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris. Kemampuan tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi santri untuk menambah wawasan dan berkontribusi di berbagai bidang.
**Wakil Bupati Malang motivasi santri persiapkan masa depan**
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, turut mengingatkan peserta bahwa PPSN bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan kesempatan untuk belajar mandiri, membangun persahabatan, dan mengenal keberagaman Indonesia.
Ia mengajak para santri memanfaatkan pertemuan dengan peserta dari berbagai daerah sebagai sarana bertukar pengalaman dan memperluas wawasan. Menurutnya, generasi muda pesantren perlu membekali diri dengan ilmu agama, pengetahuan umum, serta kemampuan beradaptasi.
“Persiapkan diri kalian untuk menjadi calon-calon pemimpin masa depan,” pesannya.
Lathifah berharap pengalaman selama berada di Kabupaten Malang dapat menjadi kenangan baik sekaligus motivasi bagi peserta untuk terus belajar setelah kembali ke daerah masing-masing.
**Penghargaan menjadi motivasi bagi kontingen Papua**
Pada rangkaian penutupan, panitia memberikan penghargaan kepada kontingen yang meraih prestasi dalam berbagai perlombaan. Kontingen Papua memperoleh posisi Harapan III pada kategori K3 Tenda Putri.
Bindamping Putri, Novita Irianti Kabarek, bersama para peserta menyambut hasil tersebut dengan rasa syukur. Capaian ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi kontingen Papua untuk meningkatkan persiapan dan meraih hasil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Basnang mengingatkan bahwa penghargaan bukan alasan untuk merasa lebih unggul dari peserta lain. Para juara diminta tetap rendah hati, sedangkan peserta yang belum meraih juara diharapkan tidak kehilangan semangat untuk terus mengembangkan kemampuan.
Ia juga mengingatkan santri agar selalu menghormati guru, menyayangi orang tua, dan menjaga nama baik pesantren sebagai tempat memperoleh pendidikan serta pembinaan akhlak.
Dalam kesempatan itu, Basnang menyampaikan bahwa PPSN direncanakan kembali diselenggarakan pada 2029.
Api unggun menandai berakhirnya PPSN VI
Suasana penutupan berlangsung meriah ketika Basnang Said menyalakan api unggun di atas panggung. Prosesi tersebut disambut tepuk tangan peserta, disusul pertunjukan kembang api dan semburan kertas warna-warni.
Para santri kemudian ikut bernyanyi mengikuti lantunan lagu bernuansa Islami dan selawat Nabi yang dibawakan Alma Esbeye setelah acara resmi ditutup.
Berakhirnya PPSN VI 2026 menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membawa pulang pengalaman, persahabatan, dan pelajaran tentang kedisiplinan serta kerja sama. Bagi kontingen Papua, hasil yang diraih diharapkan menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan semangat berprestasi.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini mengingatkan para santri bahwa kepemimpinan perlu disertai akhlak, penggunaan media sosial harus bertanggung jawab, dan perbedaan harus dijembatani dengan sikap yang menjaga persaudaraan serta keutuhan bangsa.(Rilis)









