Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMBERAMO RAYA,Papuatèdepan.com— Generasi muda di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, menyatakan komitmen menjaga kedamaian dan memperkuat persatuan melalui pembacaan Deklarasi Pemuda Papua Damai dalam Dialog Adat Pemuda Papua Damai di Kampung Burmeso, Sabtu (24/10/2026).

Deklarasi tersebut menjadi salah satu hasil pertemuan yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan, menghormati perbedaan, serta mempertahankan nilai-nilai budaya Papua.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kepala Suku Meop, Yorgen Meop, itu diselenggarakan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengangkat tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”.

Sekitar 25 peserta mengikuti dialog yang dimulai pukul 14.00 WIT tersebut. Mereka membahas peran generasi muda dalam menjaga hubungan sosial, mencegah konflik, dan mendukung pembangunan di Kabupaten Mamberamo Raya.

Kepala Suku Meop, Yorgen Meop, mengatakan pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Menurut dia, keberagaman suku, agama, dan budaya harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, bukan sumber perpecahan.

Ia mengajak generasi muda menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga warisan adat dari para leluhur.

Baca Juga :  Momentum Kemerdekaan, Kepala Suku Hamadi Salurkan Bantuan untuk Lansia dan Janda di Jayapura Utara

Yorgen juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu hubungan antarmasyarakat.

“ Saya mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Mamberamo Raya untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan. Mari kita menjaga adat istiadat, menghormati perbedaan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai demi masa depan daerah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pemuda Burmeso, Yosep Meop, mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penerus adat dan budaya, tetapi juga tampil sebagai penggerak perdamaian di lingkungan masing-masing.

Ia menilai, penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah perlu dikedepankan agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi pertentangan yang merugikan masyarakat.

“Sebagai generasi muda Papua, kita harus tetap memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya warisan leluhur. Pemuda harus menjadi contoh dalam menjaga persaudaraan, menolak kekerasan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan pendekatan adat,” kata Yosep.

Perkuat Peran Adat dalam Menjaga Perdamaian

Dialog tersebut turut dihadiri Kepala Suku Abiasit Gidion Abiasit, Kepala Kampung Burmeso Nataniel Tasti, tokoh pemuda Sakius Abiasit, Sekretaris Pemuda Burmeso Yosep Meop, serta sejumlah pemuda dan pemudi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Sambut Waisak 2026, Umat Buddha Papua Ziarah ke TMP Kesuma Trikora

Selain menyampaikan pandangan mengenai persatuan dan perdamaian, peserta bersama-sama membacakan Teks Sumpah Pemuda. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pentingnya menjaga ketertiban, melestarikan budaya lokal, serta mencegah penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

Dalam sesi diskusi, peserta juga bertukar gagasan tentang cara memperkuat komunikasi antara generasi muda, tokoh adat, dan masyarakat agar berbagai persoalan di lingkungan kampung dapat diselesaikan secara bijaksana.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pemuda Papua Damai yang memuat komitmen menjaga persatuan, menolak provokasi dan kekerasan, serta mengutamakan musyawarah dengan berlandaskan nilai-nilai adat.

Para peserta selanjutnya menerima bantuan paket sembako.

Melalui dialog tersebut, tokoh adat dan pemuda berharap semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga hubungan kekeluargaan, menghormati perbedaan, hingga berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Bagi generasi muda Mamberamo Raya, pelestarian adat dan terciptanya kehidupan yang damai diharapkan berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya membangun masa depan Papua yang lebih baik.(Redaksi)

Berita Terkait

Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai
Kepala Suku Manirem Dorong Pemuda Papua Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan dan NKRI
Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama
Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan
Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan
Peringati Sumpah Pemuda, Skouw Sae Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Adat
Peringati Sumpah Pemuda, Tokoh Adat Yoka Dorong Generasi Muda Rawat Budaya dan Kebersamaan
Yonif TP 810/BEM Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Teritorial di Jayapura

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Kepala Suku Manirem Dorong Pemuda Papua Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan dan NKRI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya