Jayapura,Papuaterdepan.com – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda Papua ditunjukkan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 810/Bemare bersama Persit Kartika Chandra Kirana dengan menghadirkan Ruang BeTa (Belajar Bersama Tentara) bagi anak-anak di Kampung Doyo Lama, Kabupaten Jayapura,Papua.
Program yang dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026) ini menjadi bentuk nyata kontribusi TNI dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.
Melalui Ruang BeTa, anak-anak mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan belajar tambahan dengan pendampingan langsung dari prajurit TNI dan anggota Persit. Berbagai materi pendidikan diberikan, mulai dari membaca, menulis, berhitung (calistung) hingga pengenalan bahasa Inggris dasar.
Kegiatan belajar dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar anak-anak lebih mudah memahami materi. Kehadiran para prajurit dan anggota Persit sebagai tenaga pengajar relawan pun mendapat sambutan antusias dari anak-anak setempat.
Tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, Ruang BeTa juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai positif sejak dini. Anak-anak diajak memahami pentingnya kedisiplinan, budi pekerti, wawasan kebangsaan, serta cinta tanah air.
Suasana keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung. Para prajurit tidak hanya mendampingi anak-anak belajar, tetapi juga membangun komunikasi melalui cerita edukatif dan permainan yang membuat suasana semakin ceria.
Komandan Yonif TP 810/Bemare, Letkol Inf Iskandar, S.E., M.Tr.Mil., mengatakan Ruang BeTa merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak Papua.
Ia menegaskan, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak sebatas menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata melalui kegiatan sosial dan pendidikan.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa yang memiliki potensi luar biasa. Melalui Ruang BeTa, kami ingin memastikan bahwa jarak dan keterbatasan tidak menyurutkan semangat mereka untuk menuntut ilmu. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai keluarga dan sahabat bagi masyarakat Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persit KCK Ranting 3 Yonif TP 810, Ny. Ruri Iskandar, mengatakan keterlibatan anggota Persit dalam program tersebut merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak Papua.
Menurutnya, pendampingan belajar dengan pendekatan kekeluargaan diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak, meningkatkan motivasi belajar, serta mendorong mereka untuk berani bermimpi dan menggapai cita-cita.
Melalui program Ruang BeTa, Yonif TP 810/Bemare bersama Persit berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan semangat belajar anak-anak sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri.
Kegiatan ini juga menjadi gambaran bahwa pengabdian TNI di Papua tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pembangunan kehidupan masyarakat.(Rilis)









