Jayapura, Papuaterdepan.com – Jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura diminta memperkuat kedisiplinan, tertib administrasi, dan kekompakan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kemenag Kota Jayapura, Silfester Boy Refra, saat memimpin apel pagi di halaman kantor, Senin (27/7/2026).
Apel diikuti pejabat pengawas, pejabat fungsional, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta tenaga honorer.
Silfester mengatakan, memasuki semester kedua 2026, setiap pegawai perlu memastikan seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dapat diselesaikan dan tercatat secara administratif.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelesaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Ia meminta ASN dan PPPK memperbarui serta melengkapi SKP berdasarkan pekerjaan yang telah dilakukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Pekerjaan yang sudah dilaksanakan harus dicatat dalam SKP. Ini penting sebagai bagian dari evaluasi dan pertanggungjawaban kinerja,” katanya.
Kerukunan Dimulai dari Lingkungan Kerja
Selain persoalan administrasi, Silfester mengingatkan pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, persoalan tersebut harus disikapi melalui komunikasi dan penyelesaian yang bijaksana agar tidak mengganggu pekerjaan maupun pelayanan.
Ia meminta seluruh pegawai saling menghargai dan memahami tugas masing-masing sehingga suasana kerja tetap kondusif.
“Kerukunan tidak hanya menjadi tugas kita dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, tetapi harus dimulai dari lingkungan kerja sendiri,” ujarnya.
Silfester juga mendorong seluruh pegawai menerapkan Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama dalam aktivitas sehari-hari. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam menjalankan tugas.
Dorong Transparansi dan Koordinasi
Dalam arahannya, ia turut menekankan pentingnya keterbukaan dalam pembagian pekerjaan. Setiap pegawai diharapkan mengetahui tugas dan tanggung jawabnya secara jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.
Pegawai yang menjalankan tugas kedinasan di luar kantor juga diminta membangun koordinasi dengan pimpinan serta menyampaikan laporan kegiatan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh aktivitas kedinasan dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Menutup arahannya, Silfester mengajak seluruh pegawai meningkatkan kedisiplinan sekaligus memperkuat kehidupan spiritual. Doa bersama yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter dan integritas pegawai.
Ia berharap semangat tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehingga Kemenag Kota Jayapura mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Apel pagi berlangsung tertib dan menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen terhadap disiplin, kerukunan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.(Rilis)









