MAPPI — Banjir setinggi 1,3 meter yang merendam Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi, Kabupaten Mappi, selama berbulan-bulan meninggalkan kerusakan serius pada fasilitas pendidikan. Kini, madrasah tersebut berharap perhatian dan dukungan pemerintah untuk membangun kembali sarana belajar yang lebih layak.
Kepala MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi, Sidarsini, menyampaikan kondisi tersebut saat menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, Kamis (20/8/2026).
Sidarsini mengatakan banjir yang terjadi sejak Juni hingga Desember 2025 membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah terganggu selama kurang lebih enam bulan.
“Dari Juni 2025 sampai Desember, selama enam bulan kurang lebih banjir itu setinggi 130 sentimeter. Kami harus belajar di serambi masjid, di garasi, dan menumpang dua kelas di TK Ma’arif yang sama-sama dalam naungan Kemenag,” ujarnya.
Fasilitas Sekolah Rusak
Setelah banjir surut, persoalan tidak langsung selesai. Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, mulai dari lantai, dinding hingga meja dan kursi yang digunakan siswa.
Kondisi tersebut membuat pihak madrasah berharap adanya renovasi serta pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).
Sidarsini mengungkapkan, sejak MI Ma’arif berdiri pada 2012, madrasah tersebut belum pernah memperoleh bantuan pembangunan RKB dari Kementerian Agama.
“Selama kami beroperasi dari tahun 2012 belum pernah dapat RKB dari Kemenag. Yang ada adalah swadaya dan dukungan APBD. Harapan kami kunjungan beliau ini membawa angin segar berupa RKB karena kami selama ini terdampak banjir,” katanya.
Tidak hanya ruang kelas, madrasah juga membutuhkan ruang kantor, laboratorium, akses internet serta dukungan listrik.
Kebutuhan tenaga pendidik turut menjadi perhatian. Saat ini, guru yang mengajar di MI Ma’arif berasal dari dukungan pemerintah daerah melalui APBD serta tenaga dari Kementerian Pendidikan.
“Kami baru punya guru dari Pemda, APBD, dari Kemendikbud untuk mengajar di MI. Harapan kami sangat besar terhadap Kakanwil dengan kunjungan beliau. Harapan kami semua apa yang menjadi keluhan kami ini dapat terjawab,” ucap Sidarsini.
Kemenag Papua Siapkan Aspirasi ke Pusat
Menanggapi kondisi tersebut, Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran mengatakan pihaknya akan membawa data dan aspirasi madrasah tersebut ke Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Ia berharap dokumen dan data yang disampaikan dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi.
“Kita berharap dengan dokumen atau data yang akan kami sampaikan, teman-teman di Direktorat yang menangani bagian ini dapat memberi perhatian,” kata Klemens.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, M. Muzakir Asso, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan madrasah tersebut.
Menurutnya, MI Ma’arif akan diupayakan masuk dalam perhatian bantuan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
“Kami insyaallah berkomitmen dengan usulan yang disampaikan itu akan kami perjuangkan. Untuk mengatasi gedung sekolah yang sering terdampak banjir akan kita pikirkan solusinya,” ujar Muzakir.
Kondisi MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi menjadi gambaran tantangan pendidikan di wilayah yang rentan terdampak banjir. Dukungan pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya memulihkan kerusakan yang ada, tetapi juga menghadirkan fasilitas belajar yang lebih aman dan mampu menunjang kegiatan pendidikan dalam jangka panjang.(Rilis)









