Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com– Upaya memperkuat kesehatan ibu dan anak terus digerakkan dari komunitas. Sebanyak 75 perempuan adat Port Numbay berkumpul di Skouw, Kota Jayapura, Jumat (21/8/2026), dalam kegiatan edukasi menyusui yang digelar Papua Peduli ASI (PAPEDA) bersama Ikatan Perempuan Papua Nusantara (IPPN).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Pekan Menyusui Dunia 2026 itu tidak hanya membahas soal pemberian ASI. Para mama juga diajak memahami pentingnya dukungan keluarga, pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal, hingga pencegahan stunting sejak awal kehidupan anak.

Peserta berasal dari Kampung Skouw Yambe, Skouw Mabo dan Skouw Sae. Perwakilan perempuan adat dari Kampung Tobati dan Kayu Batu turut hadir. Sejumlah mama bahkan membawa bayi mereka sehingga diskusi berlangsung lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Ketua PAPEDA Ema Kristiana, yang akrab disapa Mema, mengatakan tantangan menyusui perlu dihadapi dengan pengetahuan dan dukungan yang memadai.

Menurut dia, seorang ibu tidak semestinya merasa gagal atau menghadapi sendiri ketika mengalami kesulitan dalam proses menyusui.

“Mama tidak harus mencari jawaban sendiri ketika menghadapi kendala. Ada tempat untuk bertanya dan ada orang yang bisa membantu,” kata Mema.

Baca Juga :  Kepala Suku Skouw Sae Ingatkan Bahaya Provokasi, Semangat Kemerdekaan Harus Perkuat Persatuan Warga

Ia mendorong para ibu dan keluarga untuk mengenal konselor menyusui serta memahami kapan harus mendapatkan bantuan dari tenaga yang tepat.

Mema menegaskan kehadiran PAPEDA bukan untuk mengambil alih peran tenaga kesehatan, pemerintah maupun keluarga.

“PAPEDA ingin melengkapi dukungan yang sudah ada. Kami ingin mama merasa didukung, didengarkan dan tidak berjalan sendiri,” ujarnya.

Perempuan Adat Jadi Bagian Penting

Kolaborasi PAPEDA dan IPPN dinilai penting karena informasi mengenai kesehatan ibu dan anak perlu disampaikan sedekat mungkin dengan lingkungan keluarga dan komunitas.

Ketua IPPN Emma Hamadi mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap jangkauan edukasi serupa dapat diperluas ke lebih banyak perempuan adat di Jayapura maupun daerah lainnya di Papua.

“Kami berharap semakin banyak mama dan ibu muda mendapatkan informasi serta dukungan tentang menyusui sehingga mereka dapat memberikan awal kehidupan yang baik bagi anak-anaknya,” kata Emma.

Ia menilai kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi Papua.

Baca Juga :  Dari Lapangan Sekolah di Sentani, Yon TP 810 Bangun Karakter Generasi Muda Papua

“Kita ingin anak-anak Papua tumbuh sehat, cerdas dan menjadi generasi emas bagi Tanah Papua,” katanya.

Berawal dari Mama, Berdampak untuk Papua

Bagi PAPEDA dan IPPN, edukasi menyusui merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun kualitas generasi Papua.

Pemenuhan gizi sejak awal kehidupan, dukungan terhadap ibu menyusui dan pencegahan stunting tidak dapat dibebankan kepada seorang ibu saja. Peran ayah, keluarga, komunitas, tenaga kesehatan dan pemerintah juga diperlukan.

“Anak Papua hari ini adalah generasi yang akan membangun Papua di masa depan. Memberikan awal kehidupan yang sehat bukan hanya tanggung jawab seorang mama, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Mema.

Kegiatan di Skouw diharapkan menjadi awal bagi semakin kuatnya jejaring dukungan bagi ibu menyusui di Papua. PAPEDA dan IPPN juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, tenaga kesehatan serta berbagai pihak untuk memperluas edukasi kepada masyarakat.

Dari Skouw, pesan itu kembali ditegaskan: masa depan Papua dimulai dari anak-anak yang tumbuh sehat hari ini.(Redaksi)

Berita Terkait

Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga
Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih
Rekor Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Bulog Papua Terkendala Kemarau
Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran
Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi
Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial
Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Rekor Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Bulog Papua Terkendala Kemarau

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi

Berita Terbaru

Kesehatan

Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:50 WIB

Jangan Copy Ya