Jayapura,Papuaterdepan.com– Upaya memperkuat kesehatan ibu dan anak terus digerakkan dari komunitas. Sebanyak 75 perempuan adat Port Numbay berkumpul di Skouw, Kota Jayapura, Jumat (21/8/2026), dalam kegiatan edukasi menyusui yang digelar Papua Peduli ASI (PAPEDA) bersama Ikatan Perempuan Papua Nusantara (IPPN).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Pekan Menyusui Dunia 2026 itu tidak hanya membahas soal pemberian ASI. Para mama juga diajak memahami pentingnya dukungan keluarga, pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal, hingga pencegahan stunting sejak awal kehidupan anak.
Peserta berasal dari Kampung Skouw Yambe, Skouw Mabo dan Skouw Sae. Perwakilan perempuan adat dari Kampung Tobati dan Kayu Batu turut hadir. Sejumlah mama bahkan membawa bayi mereka sehingga diskusi berlangsung lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Ketua PAPEDA Ema Kristiana, yang akrab disapa Mema, mengatakan tantangan menyusui perlu dihadapi dengan pengetahuan dan dukungan yang memadai.
Menurut dia, seorang ibu tidak semestinya merasa gagal atau menghadapi sendiri ketika mengalami kesulitan dalam proses menyusui.
“Mama tidak harus mencari jawaban sendiri ketika menghadapi kendala. Ada tempat untuk bertanya dan ada orang yang bisa membantu,” kata Mema.
Ia mendorong para ibu dan keluarga untuk mengenal konselor menyusui serta memahami kapan harus mendapatkan bantuan dari tenaga yang tepat.
Mema menegaskan kehadiran PAPEDA bukan untuk mengambil alih peran tenaga kesehatan, pemerintah maupun keluarga.
“PAPEDA ingin melengkapi dukungan yang sudah ada. Kami ingin mama merasa didukung, didengarkan dan tidak berjalan sendiri,” ujarnya.
Perempuan Adat Jadi Bagian Penting
Kolaborasi PAPEDA dan IPPN dinilai penting karena informasi mengenai kesehatan ibu dan anak perlu disampaikan sedekat mungkin dengan lingkungan keluarga dan komunitas.
Ketua IPPN Emma Hamadi mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap jangkauan edukasi serupa dapat diperluas ke lebih banyak perempuan adat di Jayapura maupun daerah lainnya di Papua.
“Kami berharap semakin banyak mama dan ibu muda mendapatkan informasi serta dukungan tentang menyusui sehingga mereka dapat memberikan awal kehidupan yang baik bagi anak-anaknya,” kata Emma.
Ia menilai kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi Papua.
“Kita ingin anak-anak Papua tumbuh sehat, cerdas dan menjadi generasi emas bagi Tanah Papua,” katanya.
Berawal dari Mama, Berdampak untuk Papua
Bagi PAPEDA dan IPPN, edukasi menyusui merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun kualitas generasi Papua.
Pemenuhan gizi sejak awal kehidupan, dukungan terhadap ibu menyusui dan pencegahan stunting tidak dapat dibebankan kepada seorang ibu saja. Peran ayah, keluarga, komunitas, tenaga kesehatan dan pemerintah juga diperlukan.
“Anak Papua hari ini adalah generasi yang akan membangun Papua di masa depan. Memberikan awal kehidupan yang sehat bukan hanya tanggung jawab seorang mama, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Mema.
Kegiatan di Skouw diharapkan menjadi awal bagi semakin kuatnya jejaring dukungan bagi ibu menyusui di Papua. PAPEDA dan IPPN juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, tenaga kesehatan serta berbagai pihak untuk memperluas edukasi kepada masyarakat.
Dari Skouw, pesan itu kembali ditegaskan: masa depan Papua dimulai dari anak-anak yang tumbuh sehat hari ini.(Redaksi)









