JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Peringatan Hari Tani Nasional di Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, dimanfaatkan masyarakat adat untuk menguatkan semangat kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.
Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Kepala Suku Makuba, Fredrick Makuba, Rabu (23/9/2026), diisi dengan pembagian 75 paket beras dan bibit cabai kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan lumbung kampung dan ketahanan pangan masyarakat.
Mengusung tema “Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Kampung untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua”, kegiatan tersebut melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan adat, serta warga setempat yang selama ini aktif mengelola kebun dan lahan pangan keluarga.
Kepala Suku Makuba, Fredrick Makuba, mengatakan masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pangan karena sejak lama hidup berdampingan dengan alam dan mengelola sumber daya secara turun-temurun.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
“Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tanah yang subur, hutan, sungai, dan laut adalah modal besar yang harus dijaga serta dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, penguatan lumbung kampung menjadi salah satu langkah yang perlu terus didorong agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah. Melalui pengembangan komoditas lokal seperti sagu, ubi, keladi, pisang, sayur-mayur dan cabai, kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Fredrick menilai pemberian bibit cabai kepada warga merupakan langkah sederhana yang diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, hasil panen juga dapat dijual untuk menambah penghasilan keluarga.
“Kalau setiap rumah memiliki kebun yang produktif, maka ketahanan pangan akan semakin kuat. Dari kampung kita bisa membangun kemandirian dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan dari luar,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mulai melihat sektor pertanian sebagai peluang masa depan yang menjanjikan. Menurutnya, pertanian tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata, tetapi sebagai sektor ekonomi yang dapat dikembangkan melalui inovasi dan teknologi.
“Anak-anak muda harus terlibat. Mereka perlu belajar mengelola lahan, mengenal tanaman lokal, dan memanfaatkan teknologi agar hasil pertanian semakin baik,” katanya.
Salah seorang warga penerima bantuan, Mama Yuliana, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku bantuan beras dan bibit cabai sangat membantu masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas berkebun yang menjadi sumber pangan keluarga.
“Kami senang karena selain menerima bantuan beras, kami juga mendapat bibit untuk ditanam. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengelola kebun,” ujarnya.
Melalui peringatan Hari Tani Nasional itu, masyarakat adat Kampung Yoka berharap kesadaran untuk mengembangkan pangan lokal terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga kampung-kampung di Papua mampu menjadi pusat produksi pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis pada kearifan lokal.(Redaksi)









