Dompet Dhuafa Papua Latih Kader Dorong ASI Eksklusif Cegah Stunting

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepancom, Jayapura – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua memperingati Pekan ASI Sedunia 2025 dengan menggelar edukasi menyusui bagi kader Kawasan Sehat dari Kampung Bagia Pir 3 dan Kampung Yanamaa Pir 1. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Rabu, 20 Agustus 2025.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Papua, Tumijan mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada bayi sejak lahir hingga enam bulan, dilanjutkan dengan makanan pendamping hingga usia dua tahun. “Kader menjadi ujung tombak dalam mendampingi ibu menyusui dan memastikan informasi sampai langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, para kader juga dibekali pengetahuan mengenai kandungan nutrisi ASI, teknik menyusui yang tepat sejak bayi baru lahir, hingga pendampingan bagi ibu hamil agar siap menyusui setelah melahirkan. Materi lain yang disampaikan mencakup dampak negatif jika bayi tidak diberi ASI eksklusif dan risiko penggunaan susu formula.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin ajak Umat Konghucu bersatu walapun beda keyakinan

Menurut Tumijan, kendala terbesar di lapangan masih banyak bayi di bawah enam bulan sudah diberi makanan atau minuman tambahan. Padahal, ASI dinilai cukup memenuhi kebutuhan nutrisi bayi pada usia tersebut.

LKC Dompet Dhuafa Papua berharap masyarakat kampung benar-benar melaksanakan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan penuh. Setelah itu, anak diharapkan memperoleh asupan gizi tambahan melalui makanan pendamping agar berat badan dan tinggi badan bertumbuh optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Keerom, dr. Bernadette Ekasoeci, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena melibatkan kader kampung yang dekat dengan ibu dan balita. “Para kader inilah yang akan memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam mendorong pemberian ASI bagi pertumbuhan bayi dan balita,” katanya.

Bernadette menjelaskan, pemberian ASI berperan besar dalam pencegahan stunting. “Stunting biasanya terjadi karena asupan gizi yang kurang. Dengan ASI, bayi mendapat gizi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan mereka. Jadi kegiatan ini jelas mendukung penurunan angka stunting,” ujarnya.

Baca Juga :  MELEDAK, Paulus Waterpauw Unggul Dalam Survei Pilkada Papua

Namun, ia mengakui tantangan terbesar ada pada ketersediaan pangan bergizi bagi ibu menyusui, terutama di kampung-kampung perbatasan. “Kualitas ASI sangat dipengaruhi gizi ibu. Di daerah perbatasan, pangan lokal yang bergizi masih terbatas,” katanya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Keerom belum memiliki program khusus pemberian makanan tambahan bagi ibu menyusui. Bantuan PMT diberikan pada ibu hamil melalui dana BOK puskesmas, sedangkan dukungan bagi penanganan stunting biasanya dialokasikan dinas. “Untuk ibu menyusui, ada kemungkinan ke depan akan dialokasikan, sementara bantuan khusus seperti susu biasanya datang dari Dinas Kesehatan Provinsi,” ujarnya.

Bernadette berpesan agar para ibu memberikan ASI eksklusif enam bulan pertama dan melanjutkan hingga anak berusia dua tahun. “ASI bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga membangun ikatan kasih sayang antara ibu dan anak,” katanya.

Berita Terkait

Wisuda UM Papua Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berkualitas
Perkuat Sinergi, Prodi HKI IAIN Fathulmuluk Papua Temui Kepala Kemenag Kota Jayapura
Dinas Pendidikan Jayapura Tahan Gaji 6 Guru yang Mangkir Bertahun-tahun
BKKBN Papua Percepat Transformasi Bangga Kencana Menuju Indonesia Emas 2045
Efisiensi Anggaran Bukan Penghalang, Pembimas Buddha Papua Tekan Disiplin dan Kualitas Layanan
Gebrakan Baru! Menag Nasaruddin Umar Berlakukan WFH Tiap Jumat Mulai 10 April
Kanwil Kemenag Papua Perkuat Komitmen Rencana Aksi 2026 dalam Pencegahan Pornografi
Cari Pimpinan Baru, Pemprov Papua dan Kemenag Susun Tahapan Seleksi BAZNAS

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:24 WIB

Wisuda UM Papua Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berkualitas

Jumat, 17 April 2026 - 14:08 WIB

Perkuat Sinergi, Prodi HKI IAIN Fathulmuluk Papua Temui Kepala Kemenag Kota Jayapura

Kamis, 16 April 2026 - 08:09 WIB

Dinas Pendidikan Jayapura Tahan Gaji 6 Guru yang Mangkir Bertahun-tahun

Selasa, 14 April 2026 - 07:45 WIB

BKKBN Papua Percepat Transformasi Bangga Kencana Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 13 April 2026 - 13:07 WIB

Efisiensi Anggaran Bukan Penghalang, Pembimas Buddha Papua Tekan Disiplin dan Kualitas Layanan

Berita Terbaru

Papua

Wisuda UM Papua Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berkualitas

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:24 WIB

Jangan Copy Ya