Jayapura, Papuaterdepan.com – Cahaya Al-Qur’an menyinari Distrik Muara Tami saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kota Jayapura Tahun 2026 resmi dibuka. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Jayapura, Ani Matdoan, S.Ag., MM., menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik balik dalam menjadikan nilai-nilai suci Al-Qur’an sebagai napas kehidupan bermasyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat pada Jumat (24/04/2026) ini dipusatkan di Masjid Al Muhajirin, Koya Barat. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simbol syiar Islam yang menjangkau hingga ke perbatasan negeri.
Panggilan Spiritual dan Peradaban
Dalam sambutannya yang penuh pesan mendalam, Ani Matdoan yang didampingi oleh Kepala Seksi Bimas Islam, Hidayat Gani, M.Pd. (sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Kota Jayapura), menyatakan bahwa MTQ adalah lebih dari sekadar kompetisi seni membaca Al-Qur’an.
“MTQ bukan sekadar seremoni atau ajang perlombaan formal belaka. Ini adalah sebuah panggilan spiritual dan peradaban. Kita hadir di sini untuk meresapi kembali pesan-pesan keimanan, keadilan, dan kasih sayang yang terkandung dalam Al-Qur’an,” ungkap Ani Matdoan di hadapan ratusan kafilah.
Beliau menekankan bahwa setiap ayat yang dilantunkan harus mampu bertransformasi menjadi sikap hidup yang santun dan penuh toleransi, terutama di tengah masyarakat Jayapura yang majemuk.
Merawat Harmoni di Tanah Papua
Sebagai wilayah yang sering dijuluki sebagai “Miniatur Indonesia”, Kota Jayapura memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas sosial. Ani Matdoan memandang MTQ sebagai instrumen penting dalam memperkuat moderasi beragama.
“Di tengah dunia yang kerap diwarnai perpecahan dan polarisasi, MTQ hadir sebagai penyejuk dan pemersatu. Ini adalah sarana kita untuk merawat harmoni dan membangun jembatan antar anak bangsa di atas Tanah Papua,” tambahnya dengan nada optimis.
Ia berharap nilai-nilai universal Al-Qur’an dapat menjadi benteng bagi generasi muda Papua dalam menghadapi gempuran arus informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Antusiasme 5 Distrik se-Kota Jayapura
Perhelatan tahun ini diikuti oleh kafilah dari 5 distrik di wilayah Kota Jayapura. Semangat para peserta terlihat dari persiapan matang yang telah dilakukan jauh-jauh hari. Ani Matdoan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang tetap menjaga sportivitas dan semangat ukhuwah Islamiyah.
“Kepada para kafilah, selamat berjuang. Jadikan ajang ini sebagai sarana meningkatkan kualitas diri, bukan hanya secara teknik tilawah, tetapi juga secara spiritualitas,” pungkasnya.
Dengan dibukanya MTQ XXXI ini, Kota Jayapura kembali membuktikan diri sebagai barometer kerukunan umat beragama di Papua, di mana kegiatan keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan kedamaian dan kebersamaan.









