JAYAPURA, PAPUATERDEPAN.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Tahun 2025 di Hotel Swiss-Bel Express, Kota Jayapura, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat Papua yang majemuk.
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua, Pembimbing Zakat dan Wakaf, Rita Wahyuningsih, menegaskan bahwa tugas penyuluh kini tidak sekadar menyampaikan materi keagamaan konvensional. Lebih dari itu, mereka adalah ujung tombak moderasi beragama.
“Peran penyuluh semakin penting untuk memperkuat pemahaman Islam yang penuh rahmat, membangun dialog dan kerja sama lintas iman, serta menghadirkan wajah agama yang meneduhkan,” ujar Rita dalam sambutannya.
Tantangan Digital dan Hoaks
Rita menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi para penyuluh saat ini, mulai dari derasnya arus informasi digital, isu intoleransi, hingga penyebaran hoaks keagamaan. Oleh karena itu, penguasaan teknologi dan kreativitas dalam membuat konten dakwah menjadi syarat mutlak.
“Penyuluh harus adaptif, kreatif membuat konten dakwah, profesional memberikan layanan, serta mampu menjadi penengah dan perekat di tengah keberagaman masyarakat,” tegasnya.
Selain kemampuan digital, pendekatan kultural juga menjadi sorotan. Penyuluh diminta aktif berkolaborasi dengan tokoh adat, tokoh agama lain, dan pemuda guna menyebarkan pesan damai yang relevan dengan konteks sosial budaya Papua.
Fokus pada Metodologi Dakwah
Ketua Panitia, Mukti Rochim, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari penyuluh agama dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Kota Jayapura.
“Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi materi dan metodologi dakwah, memperkuat peran penyuluh sebagai agen edukasi, serta membekali mereka dengan kemampuan adaptif terhadap teknologi informasi,” jelas Mukti.
Kegiatan ini didanai melalui DIPA Kanwil Kemenag Papua Tahun Anggaran 2025 dan menghadirkan narasumber dari kalangan ormas Islam serta praktisi terkait.
Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut perwakilan dari lintas bidang, antara lain perwakilan Kabid Urusan Agama Kristen, serta perwakilan dari Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha dan Hindu, yang menunjukkan semangat inklusivitas dalam tubuh Kemenag Papua.









