papuaterdepan, Jayapura, – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, mengingatkan pentingnya peran penyuluh agama untuk menghadirkan program kerja yang berdampak nyata bagi umat. Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Papua, di Hotel @hom Premiere by Horison Abepura, Rabu (20/8/2025).
Kegiatan ini diikuti 22 penyuluh dari berbagai kabupaten/kota di Papua. Ketua Panitia, Andi Maulidin, menjelaskan raker bertujuan merumuskan program strategis sekaligus meningkatkan profesionalitas penyuluh agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Klemens menyebut penyuluh sebagai “anak sulung” Kementerian Agama yang berperan sebagai agen perubahan. Menurutnya, penyuluh harus hadir dengan dakwah transformatif sekaligus menguatkan moderasi beragama.
Ia mencontohkan program sederhana yang bisa berdampak besar, seperti memberi perhatian pada anak-anak jalanan di Jayapura.
“Coba sekali-sekali penyuluh bikin nasi bungkus, lalu dibagikan sore hari. Saat mereka datang, baru diajak cerita, diarahkan pelan-pelan. Hal kecil seperti ini pasti membawa dampak luar biasa,” kata Klemens.
Ia menekankan lebih baik membuat sedikit program yang berjalan baik daripada banyak program yang tidak terlaksana.
Raker dibuka secara resmi dengan penabuhan tifa, disaksikan narasumber dari lintas organisasi keagamaan. Klemens berharap IPARI dapat melahirkan gerakan kolektif penyuluh yang berdampak langsung pada umat, khususnya di Papua.









