Kakanwil Kemenag Papua Hadiri SHAFAR 2026, Dorong Penguatan Ekosistem Halal dan Transaksi Digital

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menghadiri seremoni pembukaan Syiar Halal Fair Pakai QRIS (SHAFAR) 2026. Acara yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua ini berlangsung pada Jumat hingga Sabtu (20–21/2/2026) di Aula Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Papua, Kota Jayapura.

Klemens hadir didampingi jajarannya, termasuk Plt. Kepala Bidang Pendidikan Islam, Tri Susi Hemawati, serta Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Rita Wahyuningsih.

Kehadiran jajaran Kemenag ini merupakan wujud komitmen dalam memperkuat ekosistem halal sekaligus mendukung peran strategis lembaga dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Tanah Papua.

BI Papua: Digitalisasi Transaksi Terus Menguat
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Warsono, dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi Indonesia dalam peta ekonomi dan keuangan syariah global.

“Ekonomi dan keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini harus didukung dengan penguatan ekosistem halal dan digitalisasi sistem pembayaran, termasuk melalui QRIS,” ujar Warsono.

Ia memaparkan, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Papua mencatatkan peningkatan tajam sepanjang 2025, baik dari segi volume transaksi maupun penambahan jumlah merchant. Menjelang bulan suci Ramadhan, pemanfaatan QRIS diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) secara non-tunai di masjid maupun lembaga keagamaan lainnya.

Baca Juga :  Jelang PSU, Kemenag Papua Serukan Netralitas Tempat Ibadah

Momentum Transformasi Ekonomi Daerah
Mewakili Gubernur Papua, Asisten Bidang Perekonomian dan Perencanaan Setda Papua, M.B. Setiyo Wahyudi, memberikan apresiasi atas sinergi antara BI, Kemenag, dan berbagai pihak dalam penyelenggaraan SHAFAR 2026.

Menurutnya, perhelatan ini menjadi momentum strategis untuk menggerakkan roda ekonomi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Pertumbuhan ekonomi Papua menunjukkan tren positif, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan. Karena itu, stabilitas harga, ketersediaan produk halal, serta kelancaran sistem transaksi menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat,” papar Setiyo.

Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Papua dalam mewujudkan elektronifikasi transaksi daerah sebagai upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Kemenag: Halal Bukan Sekadar Label Administratif
Dalam sesi gelar wicara (talkshow) bertajuk “Membangun Ekosistem Halal melalui Literasi dan Sertifikasi Halal”, Rita Wahyuningsih menegaskan peran edukatif Kemenag meski kewenangan penerbitan sertifikat kini berada di bawah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Baca Juga :  Kemenag siapkan 300 formasi PPPK Tahap II dukung pelayanan publik

“Kemenag tetap berperan melalui fungsi edukasi, pendampingan, koordinasi, pemantauan, serta pelaporan penyelenggaraan jaminan produk halal di daerah,” jelas Rita.

Ia menekankan bahwa konsep halal dalam Islam sangat erat kaitannya dengan prinsip thayyib (baik, aman, dan berkualitas). Oleh karena itu, Kanwil Kemenag Papua terus mendorong agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pesantren, hingga sektor kuliner dan perikanan segera mengurus sertifikasi halal.

“Halal harus menjadi budaya usaha, bukan sekadar kewajiban. Dengan sertifikasi halal dan dukungan digitalisasi transaksi, produk Papua dapat naik kelas dan berdaya saing,” tegasnya.

Sebagai informasi, ajang SHAFAR 2026 ini turut dihadiri oleh lintas sektoral yang masif. Mulai dari Kepolisian Daerah Papua, Rektor Universitas Cenderawasih, BBPOM Jayapura, Majelis Ulama Indonesia (MUI), jajaran pimpinan puluhan bank daerah dan nasional, lembaga amil zakat (Baznas, LAZ), ormas Islam (NU, Muhammadiyah), hingga perwakilan pondok pesantren di wilayah Papua. Sinergi ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif di timur Indonesia.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya