Jayapura, Papuaterdepan.com – Tim Bidang Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melakukan akselerasi inventarisasi aset Barang Milik Negara (BMN) serta monitoring pembangunan gedung Ruang Kelas Baru (RKB) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jayapura.
Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan akuntabilitas dan pemanfaatan gedung yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025.
Ketua Tim Keuangan dan BMN Kanwil Kemenag Papua Raldi Gultom di Jayapura, Selasa, menjelaskan bahwa pemanfaatan dana SBSN 2025 di lingkungan Kemenag Papua dipusatkan pada dua lokasi strategis guna menunjang kualitas infrastruktur pendidikan.
“Alokasi tersebut meliputi pembangunan RKB di MAN Jayapura senilai Rp3,3 miliar dan pembangunan laboratorium serta perpustakaan MAN Keerom Tahap I sebesar Rp3,38 miliar,” papar Raldi.
Ia menambahkan, untuk MAN Keerom, pembangunan dilaksanakan secara berkesinambungan dan akan memasuki tahap kedua pada siklus anggaran tahun 2026.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Sarana Prasarana Madrasah Andi Samsiarah menekankan bahwa kemegahan gedung baru harus berkorelasi dengan peningkatan prestasi guru dan siswa. Ia berharap fasilitas ini mampu memperluas akses serta meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Tanah Papua.
“Gedung megah harus diikuti dengan prestasi yang meningkat. Kami berpesan agar pihak Madrasah memelihara gedung ini dengan optimal agar tetap estetik dan bermanfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Andi.
Kepala MAN Jayapura Ramlah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI dan Kanwil Kemenag Papua atas terealisasinya proyek tersebut. Menurutnya, gedung baru ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kualitas pendidikan di Papua.
“Berkat bantuan Gedung SBSN ini, mimpi kami memiliki ruang kelas yang megah dan modern akhirnya terwujud. Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak bangsa,” tegas Ramlah.
Pembangunan RKB di MAN Jayapura ini diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aman dan nyaman, sehingga berdampak positif pada aspek psikologis serta spiritual peserta didik dalam melahirkan generasi yang unggul dan berakhlak mulia.(Rilis)








