Kemenag Papua gelar Festival UMKM Kolaborasi Perkuat Ekonomi Umat

- Redaksi

Selasa, 6 Mei 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepan.com, Jayapura,- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua menggelar festival UMKM Kolaborasi bertujuan untuk mewujudkan Asta Program Prioritas Kementerian Agama RI, khususnya pada Pemberdayaan Ekonomi Umat, melalui dukungan dan fasilitasi terhadap UMKM berbasis keagamaan, Pemberdayaan Pesantren, sebagai institusi pendidikan keagamaan yang mandiri secara ekonomi.

Festival UMKM Kolaborasi dibuka langsung Asisten II Sekda Papua MB Setyo Wahyudi didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt Klemens Taran di halaman Kantor Wilayah Kemenang Papua, Selasa 6 mei 2025.

Ketua panitia festival UMKM Kolaborasi Hamzah mengatakan peserta festival merupakan pelaku-pelaku Umkm yang berasal dari umat beragama dan sekolah-sekolah keagamaan di Provinsi Papua, dan berjumlah 30 UMKM yang berlangsung selama satu hari.

“ Meningkatkan kolaborasi antar umat beragama dalam bidang ekonomi keumatan, menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren dan sekolah sekolah keagamaan, menjadi ajang promosi dan pemasaran produk UMKM lokal yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual dan sosial ekonomi,”ujar Hamzah Ketua Panitia

Baca Juga :  Jalin Silahturahmi, Wabup Kerrom bertemu Kanwil Kemenag Papua

Ditempat yang sama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt Klemens Taran menyampaikan Festival UMKM Kolaborasi Tahun 2025 yang mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Kemandirian Pesantren bagi Kemaslahatan Masa Depan Papua.”

“ Festival UMKM ini bukan sekadar ajang promosi UMKM, namun momentum membangun ekosistem ekonomi umat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Pesantren dan komunitas keagamaan menjadi pilar penting dalam membentuk generasi wirausahawan sosial yang tidak hanya cakap secara ekonomi, tetapi juga berlandaskan etika dan nilai spiritual,” ucap Pdt Klemens Taran

Menurut Klemens ,Pemberdayaan ekonomi umat dan kemandirian pesantren adalah upaya strategis dalam membangun kemandirian masyarakat berbasis nilai-nilai agama dan lokalitas. Di Papua, potensi ekonomi berbasis komunitas sangat besar, baik melalui pengembangan UMKM, koperasi pesantren, maupun pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda lintas iman.

“ Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua mendukung langkah partisipatif ini melalui kemitraan dengan lembaga keuangan syariah, program inkubasi bisnis, hingga kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ungkapnya

Baca Juga :  Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga pelestarian Ekologi dan Investasi di Raja Ampat

Sementara itu, Asisten II Sekda Papua MB Setyo Wahyudi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua atas terselenggaranya kegiatan ini yang mengangkat tema sangat relevan dan strategis.

“ Ini adalah bukti konkret bahwa pembangunan di Papua tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga bertumpu pada penguatan ekonomi rakyat berbasis keagamaan, nilai lokal, dan kolaborasi lintas sektor,” jelas MB Setyo Wahyudi

Ia juga menambahkan pesantren sebagai lembaga pendidikan dan sosial keagamaan juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter enterpreneur muda Papua yang tangguh, beretika, dan adaptif.

“ Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik inisiatif pemberdayaan pesantren berbasis ekonomi, baik melalui pelatihan kewirausahaan, pengelolaan koperasi pesantren, maupun koneksi dengan program pengembangan UMKM lokal. Ini adalah bentuk pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan dan berkeadaban,” pungkasnya.**(Redaksi inbrek)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya