Kemenag Papua Kawal Delapan Mahasiswa OAP Kuliah di Ambon dan Manado

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com – Delapan putra-putri Orang Asli Papua (OAP) mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Beasiswa Afirmasi OAP 2026 di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dan IAKN Manado.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua turut memastikan keberangkatan para calon mahasiswa berjalan lancar. Kepala Bidang Pendidikan Agama Kristen (PAK), Yokbed Griapon, mengingatkan mereka agar belajar dengan serius dan menjaga nama baik daerah asal.

Delapan calon mahasiswa tersebut diberangkatkan pada 5 Oktober 2026. Sebanyak lima orang menuju IAKN Ambon, sedangkan tiga lainnya melanjutkan studi di IAKN Manado.

Yokbed mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan para calon mahasiswa tiba dengan selamat dan dapat memulai pendidikan di kampus tujuan tanpa kendala.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajar dengan tekun, disiplin, dan bertanggung jawab serta menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujar Yokbed dalam keterangannya di Jayapura, Rabu (14/10/2026).

Ia menegaskan, para mahasiswa tidak hanya membawa harapan keluarga, tetapi juga nama Papua. Karena itu, mereka diminta menjaga sikap, mengamalkan nilai-nilai Kristiani, serta segera berkoordinasi dengan pihak kampus maupun jajaran Kemenag jika menghadapi persoalan selama perkuliahan.

Baca Juga :  Cegah Anak Kecanduan Gawai, Kemenag Terapkan Aturan Baru di Sekolah Keagamaan

Yokbed berharap para penerima beasiswa nantinya kembali ke Papua setelah menyelesaikan pendidikan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan dan pelayanan keagamaan.

Program Beasiswa Afirmasi OAP tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia.

### Mahasiswa Papua di Ambon Catat IPK hingga 3,60

Pendamping mahasiswa tujuan IAKN Ambon, ZemTimang, yang merupakan Analis Data dan Informasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang PAK Kanwil Kemenag Papua, mengatakan pendampingan dilakukan pada 5–8 Oktober 2026.

Selain mengantar lima calon mahasiswa asal Kabupaten Biak Numfor, tim juga memantau kondisi mahasiswa Papua penerima beasiswa pada tahun-tahun sebelumnya.

Hasil pemantauan menunjukkan mahasiswa saat ini tinggal di rumah kos lantaran rumah susun sewa (rusunawa) sedang menjalani rehabilitasi. Sementara itu, perkembangan akademik mereka terpantau baik, dengan IPK berada pada kisaran 2,78 hingga 3,60.

Kelima calon mahasiswa yang menuju IAKN Ambon terdiri atas empat perempuan dan satu laki-laki. Seluruhnya telah tiba dengan selamat.

ZemTimang menyampaikan, penerapan kurikulum baru di IAKN Ambon memungkinkan masa studi sekitar tiga setengah tahun, sesuai ketentuan akademik dan kemampuan mahasiswa memenuhi persyaratan kelulusan.

Baca Juga :  Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Ia berharap para mahasiswa mampu mempertahankan semangat belajar hingga menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi kepada keluarga, gereja, serta masyarakat Papua.

### Tiga Mahasiswa Papua Melanjutkan Studi di Manado

Sementara itu, pendamping mahasiswa tujuan IAKN Manado, Aldiyah Sawang, mengatakan tiga calon mahasiswa yang didampingi pada 5–8 Oktober 2026 telah diterima dengan baik oleh pihak kampus.

Aldiyah yang juga menjabat Kepala Seksi Pendidikan Kristen Kemenag Kabupaten Mamberamo Raya menjelaskan, dua mahasiswa berasal dari Kabupaten Biak Numfor dan satu lainnya dari Kabupaten Mamberamo Raya.

Ia berharap para mahasiswa mampu menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, dan menyelesaikan pendidikan sesuai target.

“Semoga program Beasiswa Afirmasi OAP terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda Papua memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.

Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Papua, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kelak berkontribusi dalam pembangunan dan pelayanan keagamaan di daerah.(Rilis)

Berita Terkait

Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama
PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar
Hampir Setahun Berjuang, Maniap Kogoya Kawal Sengketa Wakil Bupati Nduga hingga Putusan
Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan
Yonif TP 810/BEM Ajak Pelajar SDN Angkasa Lanud Silas Papare Cintai Tanah Air
Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun Langsung Layani Kesehatan Warga Kampung Sosiri
Pendaftaran Murid Baru Kalam Kudus Jayapura Dibuka, Ini Program dan Promo yang Ditawarkan
BNNP Papua Larang Pegawai Nge-vape, Cairan Berpotensi Narkotika Jadi Ancaman

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:03 WIB

Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama

Kamis, 5 November 2026 - 10:51 WIB

PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar

Rabu, 4 November 2026 - 19:50 WIB

Hampir Setahun Berjuang, Maniap Kogoya Kawal Sengketa Wakil Bupati Nduga hingga Putusan

Rabu, 4 November 2026 - 15:54 WIB

Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan

Rabu, 4 November 2026 - 13:17 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Pelajar SDN Angkasa Lanud Silas Papare Cintai Tanah Air

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya