Jayapura,Papuaterdepan.com– Membentuk generasi muda yang berkarakter dan mampu menerapkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari menjadi fokus pembinaan yang dilakukan Penyuluh Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua di SMKN 2 Kota Jayapura.
Kegiatan pembinaan rohani, mental, dan spiritual bagi siswa Katolik tersebut berlangsung pada Jumat (18/9/2026), dengan menghadirkan Penyuluh Agama Katolik, Rosita Septiana Ngabut, sebagai pemateri.
Pembinaan yang dilaksanakan Tim Penyuluhan dan Pemberdayaan Umat Bidang Bimbingan Masyarakat Katolik itu mengangkat tema *“Pengajaran Yesus tentang Tugas Perutusan Para Murid”*, yang merupakan bagian dari Pendalaman Iman Bulan Kitab Suci Nasional.
Rosita mengajak para siswa memahami bahwa menjadi murid Yesus tidak berhenti pada pengetahuan agama atau kegiatan ibadah. Nilai-nilai iman juga perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan tanggung jawab dalam kehidupan bersama.
Menurutnya, lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan ruang bagi para siswa untuk menunjukkan perilaku yang baik serta memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Ia menegaskan, tugas perutusan mengandung makna kesiapan untuk menjalankan ajaran Yesus, termasuk ketika menghadapi tantangan dan penolakan. Karena itu, para remaja perlu memiliki pendirian yang kuat agar tidak mudah terpengaruh perilaku yang bertentangan dengan nilai moral.
Rosita secara khusus mengingatkan siswa untuk menghindari kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta perilaku seksual di luar pernikahan yang dinilai dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan dan masa depan mereka.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran remaja agar mampu menjaga diri, mempertimbangkan konsekuensi setiap tindakan, dan memilih pergaulan yang sehat.
Dalam pendalaman Kitab Suci, Rosita menggunakan Injil Matius 10:1-15 sebagai landasan refleksi. Bacaan tersebut menceritakan bagaimana Yesus memanggil dua belas murid, memberikan kuasa kepada mereka, dan mengutus mereka untuk mewartakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat.
Kisah itu, jelasnya, mengajarkan bahwa para murid memiliki tanggung jawab untuk meneruskan misi Yesus melalui pewartaan dan pelayanan kepada sesama. Misi tersebut diwujudkan dengan menghadirkan pertolongan, pembebasan, dan kepedulian tanpa mengutamakan keuntungan pribadi.
Rosita berharap nilai-nilai yang dipelajari dalam pembinaan tersebut dapat tertanam dalam diri siswa Katolik SMKN 2 Kota Jayapura. Dengan demikian, mereka dapat bertumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga perilaku, menjauhi tindakan negatif, dan berani mengambil bagian dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Ia juga mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi penerima ajaran iman, tetapi turut menerapkannya melalui tindakan nyata dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat.
Pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah ini menjadi bagian dari pelayanan Kanwil Kemenag Papua kepada umat. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh penyuluh dari agama lainnya sebagai upaya memperkuat pembinaan spiritual dan membangun karakter peserta didik sesuai nilai-nilai agama masing-masing.(Rilis)








