Kemenag Siapkan Rp11,59 Triliun untuk Sertifikasi Ratusan Ribu Guru

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com– Kementerian Agama Republik Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp11,59 triliun untuk mempercepat sertifikasi ratusan ribu guru binaan dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pemerintah menargetkan sebanyak 467.353 guru yang telah berpendidikan strata satu (S1) dapat menuntaskan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memperoleh sertifikat pendidik dalam kurun waktu dua tahun.

“Kami menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu dua tahun,” ujar Nasaruddin saat membuka Simposium Guru Nasional Kementerian Agama 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, percepatan sertifikasi tersebut dilakukan agar para guru segera memperoleh hak tunjangan profesi guru (TPG) dan peningkatan kesejahteraan secara bertahap.

Nasaruddin menyebutkan partisipasi guru dalam program PPG Dalam Jabatan mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025. Jika pada 2024 jumlah peserta tercatat 29.933 guru, maka pada 2025 meningkat menjadi 206.411 guru atau naik sekitar 700 persen.

Baca Juga :  Berikan Pelayanan Rohani, Penyuluh Kemenag Kota Jayapura Sambangi Lapas Kelas IIA Abepura

Selain percepatan sertifikasi, Kementerian Agama juga mengusulkan penyesuaian bantuan insentif bagi guru yang belum tersertifikasi dan belum inpassing dengan standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

“Anggaran yang dibutuhkan diproyeksikan sebesar Rp12,76 triliun untuk menjangkau 467.809 guru,” kata Nasaruddin.

Data Kementerian Agama menunjukkan jumlah guru binaan saat ini mencapai 1.157.050 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 31,2 persen atau 360.632 guru berstatus ASN, sedangkan sisanya sebanyak 796.418 merupakan guru non-ASN.

Mayoritas guru binaan Kemenag bertugas di madrasah dengan jumlah mencapai 655.622 orang.

Nasaruddin menilai kontribusi guru non-ASN sangat besar dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di madrasah. Karena itu, pemerintah akan memfokuskan kebijakan pada penguatan status, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan profesionalisme guru non-ASN.

Terkait pengangkatan guru honorer madrasah menjadi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK), Kemenag mengaku terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Baca Juga :  Pengajian Rutin Kemenag Jayapura Jadi Penguatan Spiritual ASN Sebelum Layani Masyarakat

“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan Kemenpan-RB, BKN, bahkan DPR untuk mengusulkan formasi agar guru honorer madrasah dapat diangkat menjadi CPPPK,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Agama juga mempercepat pencairan TPG bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Hingga Maret 2026, pencairan TPG periode Januari-Februari telah mencapai 87,4 persen atau sebanyak 204.747 guru dari total 234.265 penerima.

Sementara itu, pencairan TPG bagi guru madrasah non-ASN secara nasional disebut telah mencapai 100 persen, termasuk bagi lulusan PPG tahun 2025 yang telah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG).

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menegaskan penolakan terhadap wacana yang ingin mengeluarkan madrasah dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Madrasah adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari sejarah dan masa depan pendidikan Indonesia,” kata dia.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/Bemare Gelar Ngobras, Pererat Silaturahmi dengan Warga Doyo Lama
Layani Warga Kampung Sosiri, Yonif TP 810/BEM Gelar Pengobatan Gratis
Dialog Adat Pemuda Damai Papua, Billy Kreeuw Tekankan Pentingnya Toleransi
Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai
Yonif TP 810/BEM Perkuat Keamanan di Doyo Baru, Patroli Jadi Sarana Dekatkan Diri dengan Masyarakat
Dari Lapangan Sekolah di Sentani, Yon TP 810 Bangun Karakter Generasi Muda Papua
Pengurus BMP Mamberamo Raya Dilantik, Siap Kawal Program Pembangunan
Kemenag Supiori Perkuat Pendampingan Pasien Melalui Pelayanan Rohani

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Yonif TP 810/Bemare Gelar Ngobras, Pererat Silaturahmi dengan Warga Doyo Lama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Layani Warga Kampung Sosiri, Yonif TP 810/BEM Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Dialog Adat Pemuda Damai Papua, Billy Kreeuw Tekankan Pentingnya Toleransi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Keamanan di Doyo Baru, Patroli Jadi Sarana Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya