Jayapura, Papuaterdepan.com – Para penyuluh agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, khususnya wilayah Distrik Jayapura Utara, melaksanakan kegiatan bimbingan mental dan spiritual bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Kemenag Kota Jayapura dalam memberikan pelayanan rohani yang inklusif, sekaligus memberikan dukungan moral bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Dalam sesi bimbingan tersebut, para penyuluh fokus pada upaya penguatan iman serta pentingnya transformasi diri sebagai bekal masa depan. Melalui pendekatan yang humanis, warga binaan diajak untuk melakukan refleksi atas perjalanan hidup mereka dan menumbuhkan optimisme bahwa perubahan perilaku positif harus berakar dari kedekatan spiritual dengan Tuhan.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan pendampingan pastoral. Kami ingin menumbuhkan optimisme di tengah keterbatasan mereka, bahwa perubahan hidup ke arah yang lebih baik selalu mungkin dilakukan,” ujar salah satu penyuluh di sela-sela kegiatan.
Apresiasi dari Pihak Lapas
Kehadiran para penyuluh disambut dengan antusias oleh warga binaan. Pihak Lapas Kelas IIA Abepura memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan konsistensi para penyuluh agama Kristen Distrik Jayapura Utara dalam menjalankan tugas pembinaan rohani.
Sinergi antara Kemenag dan Lapas ini dinilai sangat efektif dalam membantu menjaga kesehatan mental dan stabilitas emosional warga binaan. Lingkungan Lapas pun diharapkan menjadi lebih tenang dan kondusif melalui sentuhan nilai-nilai spiritual.
Melalui program bimbingan yang berkesinambungan ini, Kemenag Kota Jayapura berharap para warga binaan dapat menjalani masa hukuman dengan lebih bermakna. Diharapkan pula, saat mereka kembali ke masyarakat nanti, mereka telah memiliki kesiapan mental yang kuat untuk berkontribusi secara positif dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.(Rilis)









