SARMI,Papuaterdepan.com — Dewan Adat Sarmi mendorong masyarakat adat memperkuat lumbung pangan di tingkat kampung sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian dan ketahanan pangan di Tanah Papua.
9
Ketua Dewan Adat Sarmi Bernard Cawem mengatakan masyarakat adat memiliki posisi penting dalam menjaga ketersediaan pangan karena memiliki pengetahuan serta kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam.
Hal itu disampaikan Bernard dalam Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional di Kampung Mararena, Distrik Sarmi, Senin (21/9/2026).
Menurut Bernard, penguatan pangan harus dimulai dari masyarakat dan kampung dengan memanfaatkan potensi lahan serta mengembangkan komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi setempat.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga, mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam serta potensi pertanian yang dimiliki secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengatakan konsep lumbung desa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bahan pangan, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat gotong royong dan kemandirian masyarakat.
Bernard juga menyampaikan dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kabupaten Merauke. Menurut dia, pengembangan kawasan pangan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan peluang bagi masyarakat Papua untuk terlibat dalam sektor pertanian.
“Saya mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kabupaten Merauke sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” katanya.
Namun, Bernard menekankan pembangunan sektor pangan di Tanah Papua perlu berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat adat.
Ia meminta keterlibatan masyarakat lokal serta komunikasi dengan pemilik hak ulayat tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan.
Menurutnya, pendekatan melalui dialog dan musyawarah diperlukan agar pembangunan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus menjaga lingkungan, adat dan budaya setempat.
“Kita ingin masyarakat adat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengambil bagian dalam pembangunan sektor pangan,” ujarnya.
Bernard mengajak masyarakat adat Sarmi memanfaatkan momentum Hari Tani Nasional untuk meningkatkan kegiatan pertanian di kampung, memperkuat kelompok tani dan menjaga ketersediaan pangan keluarga.
“Dengan menjaga pangan, kita menjaga kehidupan masyarakat. Dengan memperkuat lumbung desa, kita memperkuat kemandirian kampung,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi memberikan penyuluhan kepada masyarakat adat mengenai pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya guna.
Masyarakat juga mendapatkan bantuan bibit tanaman serta paket sembako dalam kegiatan yang digelar di Kampung Mararena tersebut.
Dewan Adat Sarmi berharap penguatan sektor pangan dapat dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat adat dan kelompok tani, sehingga program pembangunan pangan dapat memberikan manfaat sekaligus tetap menghormati adat, budaya dan hak masyarakat adat.(Redaksi)









