Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah beri Kuliah Umum tingkatkan wawasan Mahasiswa UM Papua

- Redaksi

Minggu, 15 Desember 2024 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepan.com Jayapura,–Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes memberi kuliah umum bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua, Jumat (13/12/2024) di Aula UM Papua.

Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih mendalam tentang pentingnya pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, serta peran aktif generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Dalam paparannya, Salmah menyampaikan bahwa Muhammadiyah, sebagai organisasi yang didirikan pada 18 November 1912, telah berkontribusi lebih dari satu abad untuk pendidikan di Indonesia, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Ia mengungkapkan, “Muhammadiyah berdiri sudah 112 tahun, dan sepanjang waktu itu, kami konsisten memperjuangkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas untuk semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali agama, suku, dan budaya. Pendidikan kami sangat terbuka bagi siapa saja. Termasuk di Universitas Muhammadiyah Papua, yang telah menjadi tempat belajar bagi banyak mahasiswa asal Papua dan bahkan mahasiswa non-muslim.”

Dr. Salmah menjelaskan peran strategis Muhammadiyah dan Aisyiyah, tidak hanya dalam membangun institusi pendidikan, tetapi juga di bidang kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan sosial.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, ‘Aisyiyah telah mengelola lebih dari 22.000 Taman Kanak-kanak Bustanul Athfal dan 10 perguruan tinggi ‘Aisyiyah yang menerima siswa dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan ekonomi. Selain itu, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga telah mendirikan ratusan rumah sakit yang melayani masyarakat tanpa diskriminasi.

Baca Juga :  Ketua Aliansi Sentani Bersatu: suara rakyat tentukan lima tahun ke depan

Lebih lanjut, Dr. Salmah mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar di Indonesia adalah akses dan kualitas pendidikan yang masih rendah. Pendidikan yang baik tidak hanya terbatas pada pemahaman akademik, tetapi juga pembangunan karakter, etika, dan keimanan yang kuat. Hal tersebut menjadi landasan penting dalam mencetak pemimpin masa depan.

“Kami berharap mahasiswa UM Papua tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas, tapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang tinggi, yang tentunya akan membantu memajukan Tanah Papua,” tambahnya.

Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd. selaku Ketua Pimpinan ‘Aisyiyah Majelis Pembinaan Kader dan juga dosen Universitas Negri Yogyakarta menambahkan bahwa pendidikan itu penting dan sebagai kunci kesuksesan.

“Pendidikan ini akan menjadi kunci bagi suatu kemajuan bangsa termasuk juga kunci kemajuan bagi kita secara pribadi. Seseorang itu sukses salah satu kuncinya adalah pendidikan walaupun pendidikan itu tidak selalu di ukur dari jenjang S1, S2, atau S3, dimana seseorang itu mau belajar di situlah akan terbuka peluang untuk bisa mengakses peluang-peluang kerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Kartu Sakti Paslon MARI-YO, Mudahkan Masyarakat untuk 5 Tahun

Salmah juga menekankan komitmen Muhammadiyah dalam bidang kesehatan, dengan ratusan rumah sakit dan klinik yang telah beroperasi di berbagai daerah, serta dukungannya terhadap peningkatan kualitas ekonomi melalui usaha kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, ia mengajak mahasiswa untuk bangga menjadi bagian dari Universitas Muhammadiyah Papua yang kini telah berhasil menarik perhatian lebih banyak mahasiswa asal Papua.

“UM Papua adalah salah satu Universitas yang menjadi kebanggaan kita, memberikan kesempatan belajar yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Di penghujung kuliah umum, Salmah mengingatkan pentingnya pendidikan bagi semua generasi, tidak hanya sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan yang bijaksana.

“Saya berharap seluruh mahasiswa UM Papua nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.”

Kuliah umum ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UM Papua, Dr. Indah Sulistiani, M. I.Kom., Wakil Rektor III UM Papua, Dr. Syarifuddin, M.I.Kom., Ketua Umum Pimpinan Wilayah Aisyiyah, Dra. Atira Maddu, Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan mahasiswa dari semester 1,3 dan 5.**(Rilis Humaa UM Papua)

Berita Terkait

Isra Mikraj 1447 H, Menag Ajak Umat Jadikan Salat sebagai Landasan Kepedulian Sosial dan Lingkungan
Kajati Papua Lantik Tiga Pejabat Eselon III, Tekankan Pengawasan Ketat dan Larangan Praktik Transaksional
Kemenag Papua Tegaskan Harmoni Umat Beragama Jadi Modal Persatuan di Tanah Papua
Gubernur Papua dan Kemenag Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama
HAB ke-80 Kemenag, Gubernur Papua Soroti Peran Strategis Kerukunan Umat
Kemenag Papua Ikuti Rapat Koordinasi Penyelesaian Pagu Minus TA 2025
Kemenag Papua Himpun Rp 150 Juta untuk Korban Bencana Aceh dan Sumut
Jelang Purna Tugas, Kabid Pendis Papua Tekankan Harmoni dan Disiplin Laporan Akhir Tahun

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:43 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Ajak Umat Jadikan Salat sebagai Landasan Kepedulian Sosial dan Lingkungan

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:34 WIB

Kajati Papua Lantik Tiga Pejabat Eselon III, Tekankan Pengawasan Ketat dan Larangan Praktik Transaksional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 11:27 WIB

Kemenag Papua Tegaskan Harmoni Umat Beragama Jadi Modal Persatuan di Tanah Papua

Sabtu, 3 Januari 2026 - 11:03 WIB

Gubernur Papua dan Kemenag Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama

Sabtu, 3 Januari 2026 - 06:46 WIB

HAB ke-80 Kemenag, Gubernur Papua Soroti Peran Strategis Kerukunan Umat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya