Jayapura,Papuaterdepan.com– Pembenahan administrasi aset negara dan kesiapan aparatur menghadapi perubahan organisasi menjadi fokus perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran. Ia meminta seluruh pegawai bekerja lebih tertib, memastikan aset negara terdata dengan benar, serta mempersiapkan dukungan personel untuk pembentukan struktur Kemenag di Provinsi Papua Tengah.
Arahan itu disampaikan Klemens ketika memimpin apel pagi di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Senin (5/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan dan menuntaskan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing menjelang akhir tahun.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penyelesaian inventarisasi Barang Milik Negara (BMN). Klemens meminta petugas pengelola aset di setiap satuan kerja memastikan seluruh barang tercatat sesuai kondisi sebenarnya.
Ia menilai, ketidaksesuaian antara dokumen administrasi dan keberadaan fisik barang perlu segera ditelusuri. Setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan prosedur yang berlaku, bukan dibiarkan tanpa kepastian.
“Kalau ada barang yang memang masih tercatat tetapi keberadaannya tidak jelas, itu harus kita selesaikan,” ujar Klemens.
Ia meminta pegawai yang mendapat tanggung jawab dalam pendataan BMN agar aktif berkoordinasi apabila menghadapi hambatan. Langkah tersebut diperlukan untuk memperjelas status aset sekaligus menjaga akuntabilitas pengelolaan barang milik negara.
Selain penertiban aset, Klemens mengingatkan pentingnya mengevaluasi pekerjaan yang belum rampung. Menjelang akhir tahun, setiap unit kerja diminta memastikan program dan target yang telah ditetapkan tetap berjalan sesuai rencana.
**Persiapan kelembagaan di Papua Tengah**
Klemens juga mengarahkan perhatian pada kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung pembentukan struktur Kanwil Kemenag di Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, kesiapan aparatur perlu diperhitungkan sejak awal agar organisasi baru dapat menjalankan fungsi pelayanan secara optimal.
Kebutuhan awal pegawai untuk mendukung struktur tersebut diperkirakan mencapai sedikitnya 40 ASN. Untuk memenuhi kebutuhan itu, jajaran Kanwil Kemenag Papua diminta mempertimbangkan kesiapan personel yang memungkinkan untuk mendukung pembentukan kelembagaan tersebut.
“Teman-teman yang sudah berada pada posisi yang memungkinkan untuk mendukung struktur Papua Tengah harus mulai mempersiapkan diri. Kita tidak bisa hanya berharap dari wilayah lain karena jumlah ASN di sana juga terbatas,” jelasnya.
Tidak hanya personel, ketersediaan sarana perkantoran sementara juga menjadi bagian dari persiapan yang perlu segera ditindaklanjuti. Klemens meminta unit terkait mengupayakan penyelesaian kebutuhan fasilitas tersebut agar proses pembentukan struktur dapat berjalan lebih lancar.
**Disiplin menjadi tanggung jawab setiap ASN**
Dalam apel tersebut, Klemens turut mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian mendasar dari tanggung jawab seorang aparatur negara. Ia mengapresiasi pegawai yang rutin mengikuti apel setiap Senin dan meminta seluruh jajaran mempertahankan kebiasaan tersebut.
Menurutnya, apel pagi bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana membangun kedisiplinan, memperkuat tanggung jawab, dan membina mental pegawai.
“Apel merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai aparatur negara. Jangan dianggap sebagai kegiatan biasa karena apel melekat dengan proses pembinaan mental dan disiplin,” katanya.
Ia juga meminta agar informasi mengenai perubahan regulasi ASN disosialisasikan kepada seluruh pegawai. Pemahaman terhadap ketentuan terbaru dinilai penting supaya setiap aparatur dapat menjalankan tugas sesuai aturan, memahami kewajibannya, serta menghindari pelanggaran disiplin.
Klemens mengingatkan bahwa status ASN merupakan amanah yang diperoleh melalui proses panjang sehingga harus dijaga dengan menunjukkan kinerja dan tanggung jawab.
“Kesempatan menjadi ASN bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ada proses panjang yang harus dilalui untuk mendapatkan kuota tersebut. Karena itu, saya minta kesempatan ini dihargai dengan menjalankan tugas secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Menutup apel, ia mengajak seluruh jajaran Kanwil Kemenag Papua menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap setiap pekerjaan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi orang-orang yang dilayani sekaligus menjadi wujud pengabdian yang bermakna.
“Kiranya apa yang kita kerjakan membuat semua yang kita layani berbahagia, tetapi juga nama Tuhan disembah dan dimuliakan melalui tangan-tangan dan seluruh pengabdian kita,” pungkasnya.
Apel pagi tersebut dihadiri pejabat administrator, ASN, dan tenaga honorer di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua.









