Sentani, Papuaterdepan.com – Kafilah Kota Jayapura menunjukkan supremasinya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026. Dengan mengoleksi 545 poin, Kota Jayapura resmi dinobatkan sebagai Juara Umum, unggul jauh dari tujuh kabupaten lainnya yang ambil bagian dalam perhelatan akbar umat Islam tersebut.
Hasil itu diumumkan Dewan Hakim melalui Keputusan Nomor 02/DH/MTQ-XXXI/VII/2026 yang dibacakan pada malam penutupan MTQ di Kompleks Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (18/7). Kabupaten Jayapura menempati posisi kedua dengan 226 poin, disusul Mamberamo Raya 155 poin, Biak Numfor 154 poin, Keerom 119 poin, Sarmi 62 poin, Waropen 50 poin, dan Kepulauan Yapen 3 poin.
Keberhasilan Kota Jayapura tidak diraih secara kebetulan. Kafilah ibu kota provinsi itu tampil konsisten dan mendominasi berbagai cabang lomba, mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Sejumlah nama dari Kota Jayapura berhasil naik podium tertinggi. Pada cabang Tilawah Al-Qur’an, gelar terbaik diraih Muhammad Febrian Nasution di golongan anak putra, Alesha Ayudia I.P. Isandry di golongan anak putri, Muhammad Ruslan pada golongan remaja putra, serta Rifki Saputra Masaa dan Ba’dia Salim pada golongan dewasa putra dan putri.
Dominasi tersebut berlanjut pada cabang-cabang lainnya, yang menjadi faktor utama melonjaknya perolehan poin Kota Jayapura hingga sulit dikejar peserta dari daerah lain.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen mengatakan MTQ bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, melainkan wadah membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan mampu menjadi perekat persatuan di Tanah Papua.
Menurutnya, para peserta terbaik yang lahir dari MTQ harus dipersiapkan secara serius untuk membawa nama Papua pada ajang nasional mendatang.
Senada dengan itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Gatut Aryoko, menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan setelah MTQ berakhir. Ia berharap seluruh lembaga pendidikan Islam, LPTQ, pondok pesantren, madrasah, hingga rumah tahfiz terus mengasah kemampuan para peserta terbaik agar mampu bersaing di tingkat nasional.
MTQ XXXI Papua berlangsung selama lima hari, 14 hingga 18 Juli 2026, dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta, pelatih, pendamping, dewan hakim, panitera, dan ofisial dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Papua.
Usai penutupan MTQ tingkat provinsi, perhatian kini tertuju pada MTQ Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September mendatang. Papua berharap para juara yang lahir dari Sentani mampu membawa prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di panggung nasional.(Rilis)









