Mahasiswa UNCEN Diajak Jadi “Detektor Dini” Konflik Agama Lewat EWS

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menggandeng civitas akademika Universitas Cenderawasih (UNCEN) dalam upaya merawat kerukunan umat beragama.

Upaya ini diwujudkan melalui sosialisasi “Kurikulum Cinta” dan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini konflik sosial berdimensi keagamaan yang digelar di Auditorium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNCEN, Rabu (3/12/2025).

Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, penanaman nilai cinta kasih, toleransi, dan empati menjadi fondasi krusial di lingkungan kampus.

“Kurikulum Cinta ini bukan hanya konsep, tetapi harus menjadi budaya hidup dalam masyarakat. Terutama bagi generasi muda dan mahasiswa yang akan menjadi agen perubahan,” ujar Klemens di hadapan peserta.

Baca Juga :  Ondofolo Yoka Antar Bantuan Natal Presiden Prabowo ke Mahasiswa Jayawijaya

Tantangan Era Digital dan EWS

Klemens menyoroti tantangan sosial yang kian kompleks di era digital, seperti disinformasi, provokasi, dan ujaran kebencian yang dapat memicu polarisasi.

Untuk itu, Kemenag memperkenalkan instrumen EWS. Sistem ini dirancang agar mahasiswa memiliki kepekaan sosial untuk mendeteksi gejala awal konflik sebelum membesar.

“Kita ingin mahasiswa memiliki kepekaan sosial, mampu membaca tanda-tanda awal konflik, dan bertindak bijak dengan mengedepankan dialog, bukan emosi,” tegasnya.

Ia berharap kampus dapat terus menjadi ruang pembentukan karakter moderat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebinekaan dalam bingkai NKRI.

Baca Juga :  Kota Jayapura Ikut Sensus Sampah Plastik Serentak, Ini Hasil Temuannya

Bentuk Mentalitas Anti-Kekerasan

Ketua Panitia Kegiatan, Alfons Septerius Amamehi, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa lintas agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha) serta para dosen.

Tujuan utamanya adalah membentuk kesadaran kolektif bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekuatan sosial.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan karakter mahasiswa yang toleran, memperkuat kemampuan identifikasi potensi konflik, serta membentuk mentalitas anti-kekerasan, anti-diskriminasi, dan anti-ujaran kebencian,” jelas Alfons.

Acara yang berlangsung sehari penuh ini diisi dengan metode ceramah dan dialog interaktif bersama narasumber dari Kanwil Kemenag Papua serta penyuluh agama lintas iman. Sinergi ini diharapkan mampu mengokohkan komitmen persaudaraan di Kota Jayapura.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi
Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru
Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan
PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai
PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan
Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:51 WIB

Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya