Jayapura,Papuaterdepan.com– Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua menggelar pengajian rutin sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan yang berlangsung di Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Papua, Senin (29/6/2026), menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus meningkatkan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pengajian menghadirkan Ustaz Imam Rochimi, ASN pada Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, yang menyampaikan tausiah bertema pentingnya menjadikan salat sebagai fondasi kehidupan dan sumber kekuatan moral dalam bekerja.
Sebelum tausiah dimulai, seluruh jamaah terlebih dahulu melantunkan Surah Yasin dan memanjatkan doa bersama untuk almarhum H. Ahmad Muharram, pensiunan Kepala Bidang Bimbingan Lembaga Islam Departemen Agama Provinsi Papua yang wafat pada hari yang sama. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan saat para peserta memohonkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT bagi almarhum.
Dalam ceramahnya, Ustaz Imam mengingatkan bahwa kehidupan dunia sering kali membuat manusia lalai terhadap kewajiban kepada Allah SWT. Mengutip Surah Al-Munafiqun ayat 9–10, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
Menurutnya, harta, pekerjaan, dan keluarga merupakan nikmat yang harus disyukuri, namun tidak boleh sampai menghalangi seseorang untuk mengingat Allah dan menjalankan ibadah.
“Jangan sampai kesibukan membuat kita lupa bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah. Kesempatan beramal harus dimanfaatkan selama masih diberikan umur dan kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak para ASN menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai waktu untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Imam menyoroti pentingnya salat sebagai tiang agama dan sumber ketenangan hidup. Menurutnya, salat yang dijalankan dengan kesadaran dan kekhusyukan akan membentuk karakter yang jujur, disiplin, serta bertanggung jawab.
“Salat bukan sekadar kewajiban yang dilaksanakan lima kali sehari. Salat adalah sarana seorang hamba membangun kedekatan dengan Allah. Dari salat yang baik akan lahir pribadi yang baik pula,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari keberkahan yang hadir dalam kehidupan. Keberkahan itu dapat dirasakan melalui ketenangan hati, keharmonisan keluarga, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan pekerjaan.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN Kemenag Papua untuk terus menjaga kualitas ibadah dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam bekerja. Menurutnya, profesionalitas dan integritas akan semakin kuat apabila dibangun di atas fondasi spiritual yang kokoh.
Pengajian berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari doa bersama, penyampaian tausiah, hingga sesi diskusi yang menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat semangat pengabdian di awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.(Rilis)









