Jayapura, Papuaterdepan.com– Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Program Nasional Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 serta Bulan Wakaf Muharram 1448 Hijriah yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua mengikuti Sosialisasi Program Nasional Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas serta Bulan Wakaf Muharram yang diselenggarakan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI secara daring, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang diikuti dari Ruang Humas Kanwil Kemenag Papua itu menghadirkan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghafur, yang memaparkan arah kebijakan dan strategi pelaksanaan program nasional tersebut.
Menurut Waryono, pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan kepedulian sosial. Mengusung tema **“Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”**, program ini menempatkan anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai pelaku utama dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas bukan hanya penerima bantuan, tetapi juga menjadi bagian penting yang menyampaikan inspirasi, kreativitas, dan harapan bagi bangsa. Mereka adalah tuan rumah dalam kegiatan ini,” ujar Waryono.
Ia menjelaskan, pendekatan yang diterapkan tahun ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Berbagai ruang ekspresi akan diberikan kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas melalui pameran karya, pertunjukan seni, dialog inspiratif, hingga penyampaian pesan kebangsaan yang menunjukkan potensi dan kemampuan mereka.
Waryono menegaskan bahwa kelompok rentan tersebut perlu dipandang sebagai individu yang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa anak yatim dan penyandang disabilitas memiliki potensi besar. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, dukungan, dan lingkungan yang inklusif,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Program Lebaran Yatim telah memberikan dampak luas dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, lebih dari dua juta paket bantuan berhasil disalurkan kepada anak yatim dan kelompok rentan. Sementara pada 2025, kolaborasi Kementerian Agama bersama BAZNAS, LAZ, dan berbagai mitra berhasil menghimpun serta menyalurkan bantuan sosial senilai sekitar Rp310 miliar.
Puncak peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026 atau bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah. Acara nasional akan dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama RI di Jakarta dan terhubung secara virtual dengan berbagai daerah.
Selain itu, Kementerian Agama juga menggelorakan **Bulan Wakaf Muharram 1448 H** sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Agama Nomor 571 Tahun 2026 tentang Bulan Wakaf Nasional. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.
Waryono mengajak seluruh elemen, mulai dari jajaran Kementerian Agama, BAZNAS, LAZ, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan gerakan zakat dan wakaf di Indonesia.
“Potensi wakaf, khususnya wakaf uang, sangat besar. Jika dikelola secara optimal dan profesional, manfaatnya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Rita Wahyuningsih, menegaskan bahwa pihaknya siap menggerakkan seluruh jaringan zakat dan wakaf di Papua untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program nasional tersebut.
Menurut Rita, semangat yang dibangun bukan sekadar menyelenggarakan kegiatan tahunan, tetapi menghadirkan gerakan sosial yang mampu menumbuhkan kepedulian bersama terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Kami ingin menjadikan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas sebagai gerakan bersama yang menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Rita.
Ia juga mengajak seluruh mitra zakat dan wakaf, BAZNAS, LAZ, KUA, serta berbagai lembaga sosial keagamaan di Papua dan Papua Raya untuk berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan program tersebut.
Rita berharap pengelolaan zakat dan wakaf yang semakin baik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi sarana memperkuat kesejahteraan umat di Tanah Papua.(Rilis)









