Jayapura,Papuaterdepan.com – Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Papua memasuki tahap seleksi yang diikuti ratusan peserta didik dari berbagai daerah. Sebanyak 307 siswa mengikuti kompetisi tersebut setelah melewati seleksi tingkat kabupaten dan kota dengan total peserta awal mencapai 952 orang.
Untuk memastikan proses kompetisi berjalan baik, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Gatut Aryoko, mengunjungi titik pelaksanaan ujian di MTsN Kota Jayapura, Senin (5/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran. Gatut turut didampingi Kepala Bidang Pendidikan Islam M. Muzakir Asso, Ketua Tim Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Fatmawati Abbas, serta sejumlah pejabat terkait.
Di lokasi ujian, Gatut meninjau pelaksanaan seleksi sekaligus melihat kesiapan penyelenggara dalam memfasilitasi para peserta. Ia menilai OMI memiliki arti penting bagi pengembangan pendidikan madrasah karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing secara sehat.
Menurutnya, kompetisi tersebut juga menjadi sarana untuk melihat perkembangan mutu pendidikan madrasah di Papua sekaligus mempersiapkan peserta didik yang mampu berkompetisi di tingkat nasional.
“OMI 2026 sebagai ajang pembuktian bahwa mutu pendidikan madrasah di Tanah Papua khususnya Papua Raya terus meningkat dan mampu bersaing secara sehat di tingkat nasional,” ujar Gatut.
Seleksi tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026. Ujian untuk peserta jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dilaksanakan pada 5 Oktober, sedangkan peserta jenjang Madrasah Aliyah (MA) mengikuti seleksi pada 6 Oktober.
Peserta yang memperoleh hasil terbaik nantinya berpeluang mewakili Provinsi Papua dalam OMI tingkat nasional yang direncanakan berlangsung pada 23–27 November 2026.
Gatut berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, tetap percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti seluruh tahapan kompetisi.
**Ratusan peserta bersaing melalui 14 titik lokasi**
Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, M. Muzakir Asso, mengungkapkan bahwa seleksi tingkat provinsi dilaksanakan melalui 14 titik lokasi yang tersebar di wilayah Papua Raya.
Lokasi tersebut meliputi Kota Jayapura serta Kabupaten Nabire, Jayapura, Merauke, Kepulauan Yapen, Mimika, Waropen, Boven Digoel, Keerom, Jayawijaya, Yahukimo, Biak Numfor, Sarmi, dan Dogiyai.
Muzakir menjelaskan, peserta yang mengikuti seleksi provinsi merupakan siswa yang telah melewati tahapan kompetisi di tingkat kabupaten dan kota.
“Dari seleksi tingkat kabupaten/kota sebanyak 952 peserta, kemudian hasilnya masuk ke tingkat provinsi. Untuk seleksi tingkat provinsi, hari ini diikuti sebanyak 307 peserta,” jelasnya.
Ia menambahkan, ujian dilaksanakan secara daring. Hasil tes dapat diketahui peserta setelah menyelesaikan ujian sesuai mekanisme yang berlaku.
Muzakir juga mengingatkan bahwa hasil kompetisi hendaknya tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan siswa. Menurutnya, pengalaman mengikuti olimpiade dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kemampuan dan membangun semangat belajar yang lebih kuat.
“Pasti ada yang menang dan ada yang belum berhasil. Tetapi itu bukan berarti gagal. Hasil ini harus menjadi motivasi untuk belajar lebih giat lagi dan terus berkembang,” katanya.
MTsN Kota Jayapura diikuti 33 peserta
Di titik lokasi MTsN Kota Jayapura, sebanyak 33 siswa tercatat mengikuti seleksi tingkat provinsi. Kepala MTsN Kota Jayapura, Abdul Qahar, menyebutkan bahwa peserta berasal dari delapan madrasah.
Rinciannya, MIN Kota Jayapura mengirimkan empat peserta, MTsN Kota Jayapura enam peserta, MI Integral Hidayatullah satu peserta, MI Bait Qurany DDI satu peserta, MTs Hidayatullah tiga peserta, MAPN enam peserta, MA DMN 11 peserta, dan MA DDI satu peserta.
Abdul mengatakan pelaksanaan ujian di lokasi tersebut secara umum berjalan lancar dan aman. Kendati sempat terjadi gangguan server dari pusat, kegiatan dapat kembali dilanjutkan setelah menunggu.
“Hari ini proses kegiatan OMI berjalan dengan lancar dan aman. Memang ada sedikit gangguan server dari pusat, tetapi setelah menunggu, kegiatan dapat kembali berlangsung,” ungkapnya.
Ia berharap siswa yang mengikuti seleksi mampu melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional. Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut dinilai sebagai kesempatan berharga untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus membawa nama madrasah dan daerah.
“Kami berharap siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini dapat masuk ke tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi kami ketika anak-anak Papua dapat mengikuti lomba di tingkat nasional,” ujarnya.
Abdul turut mengapresiasi perhatian Kanwil Kemenag Papua yang melakukan pemantauan secara langsung. Ia berharap pembinaan, pendampingan, dan dukungan terhadap madrasah terus berlanjut agar potensi peserta didik dapat dikembangkan secara optimal.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran jajaran Kanwil Kemenag Papua. Kami berharap dukungan, kontribusi, saran, dan pendampingan seperti ini terus dilakukan demi kemajuan madrasah,” katanya.
Pelaksanaan OMI 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong prestasi pendidikan madrasah melalui kompetisi yang terukur dan berjenjang. Dengan dukungan berbagai pihak, siswa madrasah di Papua diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan akademik, memperluas pengalaman, dan berprestasi di tingkat nasional.(Rilis)









