Jayapura, Papuaterdepan.com – Ratusan pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua antusias mengikuti sosialisasi produk perbankan dari Bank Tabungan Negara (BTN). Kegiatan ini berlangsung di Aula Sasana Krida Bakti Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Jayapura, pada Kamis (12/3/2026).
Sosialisasi ini difokuskan untuk memberikan edukasi dan pemahaman mendalam terkait ragam produk pembiayaan, khususnya kepemilikan rumah, serta layanan perbankan digital yang dapat dimanfaatkan oleh para aparatur negara di lingkungan Kemenag Papua.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Dwiharjanto.
Dalam arahannya, Dwiharjanto menekankan bahwa literasi keuangan sangat penting bagi pegawai, terutama untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, kita mendapatkan pengalaman dan informasi baru terkait produk perbankan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat dimanfaatkan oleh teman-teman di lingkungan Kanwil Kemenag Papua untuk menunjang kebutuhan finansial maupun perencanaan masa depan,” ujar Dwiharjanto.
Transformasi BTN dan Detail KPR Subsidi di Papua
Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Waena BTN, Kusuma Yawan, memaparkan berbagai layanan unggulan bank pelat merah tersebut.
Yawan mengakui bahwa identitas BTN memang sangat lekat dengan sektor perumahan. Namun, ia menegaskan bahwa BTN kini terus bertransformasi ke arah digital. “BTN memang identik dengan KPR. Namun saat ini kami juga terus bertransformasi dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara luas,” jelasnya.
Salah satu program primadona yang disorot dalam sosialisasi ini adalah KPR BTN Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi. Program ini dirancang khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan suku bunga tetap ( fixed rate ) 5 persen hingga masa tenor lunas.
Khusus untuk wilayah Papua, Yawan merinci skema pembiayaan rumah subsidi saat ini sebagai berikut:
Harga Rumah: Berada di kisaran Rp 240 juta.
Uang Muka (DP): Sekitar 1 persen dari harga rumah.
Bantuan Pemerintah: Subsidi Uang Muka (SBUM) sebesar Rp 10 juta.
Cicilan: Berkisar Rp 1,5 juta per bulan.
Tenor: Jangka waktu pinjaman maksimal hingga 20 tahun.
Adapun syarat utama bagi calon debitur KPR FLPP meliputi:
Belum pernah memiliki rumah sendiri.
Belum pernah menerima bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Memiliki masa kerja minimal 2 tahun.
Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
Ragam Produk Pembiayaan Lainnya
Selain KPR subsidi, pihak BTN juga menawarkan sejumlah produk pembiayaan alternatif yang disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan pegawai. Produk tersebut antara lain:
Kredit Agunan Rumah (KAR): Pinjaman dengan agunan sertifikat rumah.
KPR Platinum: Pembiayaan untuk rumah komersial (non-subsidi).
Kredit Ringan (KRI): Pinjaman tanpa agunan khusus bagi ASN, TNI/Polri, serta pegawai BUMN/BUMD yang disalurkan melalui sistem potong gaji ( payroll ).
Sosialisasi ini ditutup dengan pengenalan fitur-fitur layanan perbankan digital ( mobile banking ) BTN serta penawaran program promosi khusus bagi pegawai Kemenag yang membuka rekening baru di lokasi acara.(Rilis)









